Dark/Light Mode

Hari Bhakti Rimbawan Ke-41, KLHK Lanjutkan Program Penanaman Pohon Serentak

Jumat, 8 Maret 2024 15:18 WIB
Foto: KLHK
Foto: KLHK

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melanjutkan rangkaian kegiatan Penanaman Pohon Secara Serentak di seluruh Indonesia (7/3/2024), di Mangrove Education Center Sungai Pakning, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Menteri LHK Siti Nurbaya dan Senior Fellow Bezos Earth Foundation UK, Lord Goldsmith, menanam mangrove bersama para jajaran KLHK, Pemerintah Daerah, dan seluruh komponen masyarakat serta dunia usaha.

Kegiatan penanaman pohon serentak ini merupakan kali keempat dilaksanakan, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menanam pohon pada sepanjang musim penghujan.

Sekaligus l, memperingati Hari Bakti Rimbawan tahun 2024 yang ke-41 yang diperingati setiap tanggal 16 Maret.

“Pada kesempatan Hari Bhakti Rimbawan ke-41 ini saya mengajak seluruh rimbawan baik di Kementerian LHK, pemerintah daerah, bisnis leaders dan para aktivis, para pemangku kepentingan yang ada dan seluruh masyarakat, untuk dapat bersama bahu membahu memberikan kontribusi pemikiran dan kegiatan nyata di tingkat tapak secara masif dan terukur”, ujar Siti, seperti keterangan yang diterima RM.id, Jumat (8/3/2024).

Siti menyatakan, Indonesia memandang komitmen-komitmen lingkungan yang selalu disampaikan pada berbagai forum global/multilateral harus dipenuhi melalui kebijakan dan aksi-aksi nyata.

Hal ini untuk menurunkan emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya melalui Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

Baca juga : Jadi Utusan Khusus Airlangga, Bang Zaki Simulasikan Program Makan Siang Gratis

Salah satunya, dengan menanam dan memelihara pohon sebanyak mungkin. Penanaman serentak ini sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim, pemulihan kualitas lingkungan hidup, dan percepatan rehabilitasi hutan dan lahan.

Serta upaya untuk memperbaiki kualitas lingkungan dengan memperbanyak tegakan pohon/tanaman.

Juga, meningkatkan wawasan dan pemahaman masyarakat umum atas pelaksanaan program pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan khususnya kegiatan penanaman pohon.

Indonesia sebagai pemilik hutan tropis terbesar ketiga di dunia, mempunyai arti sangat penting dalam upaya pengendalian iklim global.

Hutan merupakan salah satu kunci untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, mendinginkan udara dan melindungi kita dari kekeringan, panas ekstrem, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati, atau yang biasa disebut triple planetary crisis.

Sebanyak 231 bibit mangrove ditanam di kawasan Mangrove Education Center.

Sebuah kawasan yang dibangun untuk mendukung pencapaian target pemerintah dalam perlindungan ekologis, sekaligus meningkatkan konservasi lingkungan dan sumber daya pesisir yang bekerja sama dengan dunia usaha.

Baca juga : Menteri Basuki Kucurkan Rp 13,72 T Untuk Program FLPP 2024

Pengembangan kawasan pesisir terpadu mengintegrasikan mitigasi risiko bencana pesisir, perlindungan keanekaragaman hayati berbasis mangrove dan pemanfaatan berkelanjutan oleh masyarakat untuk wisata alam.

Pantai utara Kabupaten Bengkalis rawan mengalami abrasi yang harus segera ditanggulangi.

Pencegahan abrasi dapat dilakukan dengan memperkuat kawasan ekosistem mangrove, yang secara alami dapat menahan erosi pantai dan menjaga kestabilan garis pantai.

Sementara itu, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong memimpin kegiatan penanaman serentak seluruh Indonesia di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Lokasi penanaman serentak di Provinsi NTB berada di Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, yang merupakan lokasi kegiatan zona pemanfaatan Resort Sembalun, Seksi Pengelolaan TN Wilayah II, Balai TNGR, dengan luas lokasi penanaman kurang lebih 1 hektar.

Bibit yang ditanam 480 batang berasal dari persemaian permanen Lombok Timur, terdiri dari jenis beringin, klokos, jukut, dan kelicung.

Pelaksana penanaman kurang lebih 250 orang, termasuk di antaranya, perwakilan dari Green Ambassador, Pramuka Saka Wanabakti, kader konservasi, tokoh masyarakat Sembalun, kelompok masyarakat Sembalun, Masyarakat Mitra Polhut, dan Masyarakat Peduli Api.

Baca juga : Pemkab Bekasi Lanjutkan Program Penurunan Stunting Dan Pengangguran

Sementara itu, Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan-Kementerian LHK Dyah Murtiningsih memimpin kegiatan penanaman pohon serentak di Hutan Wisata Desa Namang, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung.

Kegiatan ini turut melibatkan 150 peserta dari berbagai instansi pemerintah, komunitas hingga masyarakat yang peduli akan kelestarian alam.

Sekitar 500 jenis bibit ditanam di kawasan rehabilitasi hutan dan lingkungan seluas 1,7 hektare ini.

Di antara yang ditanam, mulai dari jenis bibit pohon mangga, kristal, jambu citra, sawo, durian, lengkeng, nyatoh, pelawan, dan bibit pohon jengkol.

Dyah pun memastikan bahwa penanaman serentak di Indonesia ini bukan kegiatan seremonial semata, melainkan upaya memulihkan lahan kritis agar bermanfaat secara ekologi dan ekonomi.

“Lokasi-lokasi yang dijadikan areal menanam serentak ini masuk ke dalam program kami, yang menjadi program Ditjen PDASRH-KLHK. Di sini juga ada program bibit rakyat, yang bersama-sama dengan masyarakat di Desa Namang memproduksi bibit dan menanam di sekitar Desa Namang ini,” ujar Dyah.

“Jadi kembali, ini bukan seremonial saja, tapi nantinya akan menjadi program kita dan akan terus dipelihara dan dijaga oleh masyarakat. Karena ini yang juga dibutuhkan oleh masyarakat itu sendiri," tandas Dyah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.