Dark/Light Mode

Didamaikan Luhut, Garuda dan Sriwijaya Akur Lagi

Kamis, 7 November 2019 22:18 WIB
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (kanan) bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Foto: Facebook)
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (kanan) bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Foto: Facebook)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mengambil langkah cepat untuk membuat maskapai Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air akur lagi. Adalah Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang langsung memediasi kedua belah pihak dalam rapat koordinasi di kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Kamis (7/11).

Hadir dalam rapat Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Daniputra dan kuasa hukum sekaligus pemegang saham Sriwijaya, Yusril Ihza Mahendra.

Luhut mengungkapkan, Garuda dan Sriwijaya Air telah sepakat melanjutkan kerja sama yang sempat terputus. Jangka waktunya akan berlangsung hingga tiga bulan ke depan. Perpanjangan kerja sama ini dilatarbelakangi adanya perselisihan mengenai utang Sriwijaya dengan Garuda Indonesia dengan perusahaan BUMN lainnya.

Baca juga : Kisruh Garuda dan Sriwijaya Dibongkar Yusril

"Tadi kami sudah sepakat (kelanjutan perjanjian kerja sama) ditandatangani selama tiga bulan ke depan," katanya.

Luhut mengaku, akan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) akan dilibatkan dalam penyelesaian kisruh PT Sriwijaya Air dengan PT Garuda Indonesia Airlines Tbk. Nantinya, BPKP bakal melakukan audit atas keuangan Sriwijaya setelah bekerja sama dengan Garuda.

"Karena ada yang punya utang sana, utang sini. Teknis lah. Audit sudah mulai jalan. Kita harapkan audit itu keluar seminggu atau sepuluh hari ke depan. Biar bekerjanya jangan meraba-raba," jelasnya.

Baca juga : Tak Ada Kejelasan Terbang, Ratusan Penumpang Sriwijaya Telantar di Soetta

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, hasil audit BPKP nantinya akan dijadikan dasar bagi kedua belah pihak untuk mengambil keputusan terkait kelanjutan kerja sama. "Untuk menetapkan ketentuan yang akan diberlakukan," katanya.

Budi Karya mengakui, salah satu pemicu cerainya kedua maskapai adalah perbedaan hitungan soal utang usaha Sriwijaya Air. "Saya pikir saya hanya mengatakan, pokoknya dikembalikan kepada perjanjian semula,” ujarnya. 

Dengan begitu, Menhub menjanjikan kekisruhan penerbangan Sriwijaya Air yang terjadi hari ini seperti penundaan dan pembatalan, mulai besok tak terjadi lagi. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.