Dark/Light Mode

Bambang: Transglobal Kunci Pengelolaan Hutan Berkelanjutan Untuk Tekan Emisi

Rabu, 26 Juni 2024 08:01 WIB
Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bambang usai Rapat Kerja Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara yang digelar di Badung, Bali, Selasa (25/6).
Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bambang usai Rapat Kerja Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara yang digelar di Badung, Bali, Selasa (25/6).

RM.id  Rakyat Merdeka - Bambang Hendroyono mendorong aksi bersama dalam pemulihan ekosistem dan penguatan tata kelola untuk mewujudkan keberlanjutan melalui kepemimpinan transglobal.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bambang pada Rapat Kerja Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara yang digelar di Badung, Bali,Selasa (25/6). 

Rapat kerja ini dihadiri lebih dari 300 peserta yang berasal dari Satuan Kerja Pusat dan Unit Pelaksana Teknis KLHK, Organisasi Perangkat Daerah yang membidangi perencanaan pembangunan, lingkungan hidup dan kehutanan, serta Perguruan Tinggi di Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara

“Kita harus melakukan terobosan-terobosan dan inovasi dalam pembangunan saat ini. Jika tidak, tiga krisis global yang terjadi yaitu perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan beserta limbah akan semakin meningkat. Oleh karena itu, kita harus mendayagunakan energi dan komitmen semua untuk lingkungan hidup yang lebih baik dan sehat melalui proses transformasi lingkungan dan ekonomi,” tegas Bambang dalam sambutannya.

Baca juga : Luhut: Hasil Pengelolaan Bisa Diputar Untuk Umat

Sebagaimana arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, dalam upaya aksi lingkungan, yaitu tindakan nyata dan implementasi adalah kunci, peran pemuda sebagai kolaborator utama Indonesia, serta pemulihan berkelanjutan dan inklusif harus menjadi fokus bersama.

Bambang menekankan, agar proses pemulihan ekosistem akibat pencemaran lingkungan dan kerusakan lingkungan hidup harus diubah dari cost center menjadi profit/prosperity center, baik itu restorasi, rehabilitasi, dan reklamasi.

Ia juga menekankan, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup melalui penerapan kepemimpinan transglobal harus dapat mendayagunakan berbagai instrumen lingkungan hidup dalam mengendalikan berbagai kebijakan, rencana, program dan aktivitas kegiatan pembangunan di wilayah ekoregion terestrial dan wilayah ekoregion laut secara terintegrasi untuk mewujudkan keberlanjutan landscape and seascape.

“Kuncinya adalah agar kita dapat menjamin keberlanjutan proses, fungsi dan produktivitas lingkungan, mulai dari terjaminnya kualitas udara, air dan laut yang baik dan sehat, lahan yang produktif, hingga terjaganya keanekaragaman hayati, sekaligus juga menjamin keselamatan, mutu hidup dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Bambang.  

Baca juga : Salaman Dan Akrab Dengan Jokowi, Puan Berbeda Dengan Mega

Kepemimpinan Transglobal

Menurut Bambang, kepemimpinan transglobal yang berlandaskan kecerdasan kognitif, kecerdasan moral, kecerdasan emosional, ditambah kecerdasan bisnis, kecerdasan sosial budaya, dan kecerdasan global merupakan dasar untuk membentuk seseorang menjadi pemimpin yang berkarakter dan produktif.

Melalui transglobal seorang pemimpin, akan menciptakan lima perilaku. Pertama, pemimpin itu akan tahan terhadap ketidakpastian. Kedua, akan membangun konektivitas tim untuk menyelesaikan tantangan pekerjaan. Ketiga, bersifat fleksibel pragmatis, dan empatinya luar biasa terhadap sesama. Keempat adalah visioner, respon perspektif ke masa depan. Dan kelima,mempersiapkan pemimpin berikutnya berorientasi pada talenta.

“Seorang pemimpin transglobal yang sukses akan memperlihatkan efektivitas dan kesuksesan kepemimpinannya, kinerja organisasi yang dipimpinnya pun akan baik, dan yang tak kalah penting landscape-seascape akan dikelola secara terpadu dan berkelanjutan,” jelas Bambang.

Baca juga : Lippo Cikarang Komit Kelola Kota Mandiri Berkelanjutan

Bambang menambahkan, pemimpin transglobal harus dapat mendorong proses pemulihan ekosistem menjadi aksi bersama dan mendorong perubahan yang signifikan pada sikap dan perilaku manusia. Kepemimpinan transglobal menciptakan sinergi dan kolaborasi, serta mengembangkan dan menerapkan konsep Story, Hype, Actionable, Relevant, and Emotional (SHARE).

Di era hyperconnected, partisipasi pemulihan ekosistem dapat dimulai dari membagikan, mempertajam hingga ikut membiayai, produksi dan ikut memiliki. Bagaimana membentuk masyarakat menjadi partisipan aktif dalam pemulihan ekosistem, bagaimana mendorong tingkat partisipasi yang lebih tinggi, serta menjadikan sebuah komunitas, crowd, bahkan ikut membiayai.

“Pemulihan ekosistem dengan melibatkan semua pihak telah memiliki landasan hukum yang kuat. Berbagai konvensi internasional terkait pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup juga menegaskan pentingnya pemulihan ekosistem dengan melibatkan semua pihak,” pungkas Bambang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.