Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
3 Hari Ngantor Di IKN, Menhub Beresin Kereta Otonom Dan Bandara
Minggu, 14 Juli 2024 07:35 WIB
Sebelumnya
Pengerjaan landasan pacu oleh Kementerian PUPR ini dilakukan dengan sangat baik, sesuai prosedur, dan dipastikan telah memenuhi keamanan berstandar internasional.
Sayangnya, pembangunan infrastruktur baik itu ART maupun bandara terhambat oleh hujan yang terjadi terus menerus di wilayah Kalimantan Timur. Dari total 30 hari, terhitung hanya 8 hari yang cerah di kawasan IKN.
Menhub menginstruksikan modifikasi cuaca untuk terus ditingkatkan dalam beberapa bulan ke depan, agar pembangunan bandara IKN menjadi optimal.
Curah hujan di wilayah Kalimantan Timur cukup tinggi dalam 1 bulan terakhir, bahkan hanya 8 hari cuaca cerah. “Oleh karena itu modifikasi cuaca menjadi keharusan,” ucapnya.
Baca juga : Demokrat Dan PAN Pasang Badan Bela Pencalonan Bobby Di Sumut
Terpisah, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, hujan menjadi kendala pembangunan di IKN. Menurutnya, pengaspalan runway bandara bahkan terpaksa harus dinaungi tenda agar tidak terkena hujan.
“Dari 30 hari hanya 8 hari yang terang, selebihnya hujan, sekarang mengaspal pun pakai tenda, supaya tidak kena hujan,” ungkap Basuki.
Sementara, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengaku telah melakukan kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi intensitas hujan di wilayah pembangunan IKN.
“OMC untuk menunjang percepatan pembangunan infrastruktur seperti pembangunan Bandara VVIP IKN dan jalan tol,” kata Dwikorita.
Baca juga : IDI Minta Penempatan Dokter Diatur Pemerintah Pusat
Plt Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menambahkan, telah dilaksanakan total 6 hari kegiatan modifikasi cuaca. Dalam kurun waktu tersebut telah dilaksanakan sepuluh sorti penerbangan penyemaian awan dengan total 21 jam 25 menit penerbangan.
“Total bahan semai yang telah digunakan untuk OMC adalah 8 ton NaCI powder dari total yang telah disiapkan sebanyak 16 ton,” ungkapnya.
Selama kegiatan OMC berlangsung, penyemaian awan dilakukan pada daerah yang berpotensi menyebabkan hujan di area pembangunan infrastruktur penunjang IKN.
Pemilihan wilayah penyemaian awan setiap harinya diprioritaskan pada daerah upwind atau arah datangnya angin massa udara. Hal itu bertujuan agar awan hujan tidak masuk ke daerah target, yaitu area dilaksanakannya kegiatan pembangunan.
Baca juga : Komika Marshel Makin Menguat
“Daerah seeding yang telah dilakukan meliputi Selat Makasar, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Paser,” ujarnya.
Pelaksanaan OMC didukung armada pesawat Casa 212-400 dengan registrasi A-2114 milik Skadron 4 TNI AU. Tri Handoko berharap, OMC akan memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat luas serta memitigasi risiko bencana yang terjadi.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu, 14 Juli 2024 dengan judul 3 Hari Ngantor Di IKN, Menhub Beresin Kereta Otonom Dan Bandara
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya