Dark/Light Mode

Yang Usulkan Jabatan Jokowi Bisa Tiga Periode

Mungkin Mau Jual Muka Ke Jokowi

Sabtu, 23 November 2019 08:22 WIB
Presiden Jokowi. (Foto: IG@jokowi)
Presiden Jokowi. (Foto: IG@jokowi)

 Sebelumnya 
Mendengar desas-desus ini, PDIP bersuara. Partai banteng itu memastikan tak mendukung, apalagi menyuarakan wacana perpanjangan masa jabatan presiden. “Kami berkomitmen terhadap semangat reformasi. Kekuasaan presiden itu dua kali berdasarkan konstitusi. Ketentuan sekarang masih ideal,” kata Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, di Sekolah Partai PDIP, Depok, kemarin.

PDIP memang mendukung amandemen secara terbatas. Tapi, hanya sebatas menghidupkan kembali GBHN. Di luar itu, tidak ada agenda yang diusulkan oleh PDIP, " tandasnya.

Baca juga : Suhendra Usulkan Jabatan Presiden Tiga Periode

Presiden Jokowi sendiri, menginginkan masa jabatan presiden cukup dua periode. Kepastian ini disampaikan Ketua MPR, Bambang Soesatyo. Menurut Bamsoet, sapaan Bambang, saat pimpinan MPR bertemu Presiden Jokowi, beberapa waktu lalu, mereka sepakat tidak mengutak-atik tata cara pemilu dan masa jabatan presiden.

“Beliau sama dengan pandangan kami, soal jabatan presiden, tata cara pemilihan presiden, tetap seperti sekarang ini. Artinya, langsung dan dua kali dalam jangka waktu 5 tahun,” ujarnya, di Kompleks Parlemen, Senayan, kemarin.

Baca juga : Zainut Tauhid Diminta Jokowi Urus Pendidikan Pesantren dan Dakwah

Menurutnya, masa jabatan presiden selama dua periode serta penyelenggaraan pilpres secara langsung sudah tepat dan pas. Karena itu, MPR belum pernah membahas wacana perubahan itu. “Terkait dengan wacana jabatan presiden tiga kali, sampai detik ini kita belum pernah membahasnya,” tegasnya. Wacana penambahan masa jabatan presiden, disebutnya hanya bergulir informal.

Guru Besar Politik UI, Prof Budyatna, melihat, ada yang mau “jual muka” alias caper kepada Presiden Jokowi dengan mengusulkan masa jabatan presiden ditambah jadi 3 periode. “Siapa pun yang mengusulkan itu, lagi berusaha jual muka alias cari perhatian kepada Presiden Jokowi,” ujar Budyatna, semalam. Kalau benar yang mengusulkan Nasdem, Budyatna menilai itu merupakan cara untuk “menghangatkan” kembali hubungan dengan Jokowi yang sempat “dingin”. Budyatna meyakini, Jokowi tak akan mau masa jabatannya diperpanjang menjadi tiga periode. Meski, kalau memang itu terwujud, Jokowi bisa saja kembali memenangkan Pilpres. Mengingat, saat ini belum muncul sosok yang benar-benar potensial. “Tapi pasti Jokowi tidak mau. Dia demokratis, tak akan mau jadi otoriter. Bukan tipe orang yang gampang tergoda kekuasaan,” tandasnya. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.