Dark/Light Mode

Soal Pertemuan Jokowi-Prabowo, Dewan Pers Bilang Itu Relaksasi, Bukan Rekonsiliasi

Senin, 15 Juli 2019 15:36 WIB
Dari kanan: Anggota Dewan Pers Agus Sudibyo, mantan Ketua Umum PWI yang juga Direktur Utama Rakyat Merdeka Group Margiono, dan Direktur Pemberitaan Media Indonesia Usman Kansong dalam Diskusi Kelompok Terpumpun, Urun Rembug Tokoh Pers Tentang Masalah Bangsa di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (15/7). (Foto: M Qori Haliana/Rakyat Merdeka)
Dari kanan: Anggota Dewan Pers Agus Sudibyo, mantan Ketua Umum PWI yang juga Direktur Utama Rakyat Merdeka Group Margiono, dan Direktur Pemberitaan Media Indonesia Usman Kansong dalam Diskusi Kelompok Terpumpun, Urun Rembug Tokoh Pers Tentang Masalah Bangsa di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (15/7). (Foto: M Qori Haliana/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Dewan Pers Agus Sudibyo menilai pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto adalah semacam ajang relaksasi politik, yang sempat tegang pada masa Pilpres 2019.

"Dari dua kandidat presiden, yang kalah mengucapkan selamat kepada yang menang. Yang menang pun memberikan respek. Saya kira itu bagus," kata Agus di sela Diskusi Kelompok Terpumpun (FGD), Urun Rembug Tokoh Pers Tentang Masalah Bangsa di Hotel Aryaduta Jakarta, Senin (15/7).

Berita Terkait : Saran Gerindra Buat Yang Tak Senang Ketemuan Jokowi-Prabowo: Tersenyum Dong

Agus menilai pertemuan kedua pemimpin tersebut tak hanya menyejukkan, tetapi juga kembali merekatkan masyarakat, yang sebelumnya terpolarisasi dalam pesta demokrasi lima tahunan.

"Saya menilai, pertemuan kemarin itu tidak pas disebut rekonsiliasi. Karena sebenarnya, tidak ada konflik di antara mereka," terang Agus.

Berita Terkait : Erick: Pertemuan Jokowi-Prabowo Sebuah Langkah Maju Perbedaan Politik

Ia menjelaskan, kompetisi yang dilakukan Jokowi dan Prabowo dalam Pilpres 2019 adalah hal yang wajar. Sebab, keduanya berjuang meraup suara rakyat untuk meraih kemenangan dalam Pilpres 2019.

Kompetisi itu pun dinilainya masih dalam koridor demokrasi. Bukan berupa cekcok, perselisihan, atau pertentangan yang di luar aturan-aturan maupun norma.

Berita Terkait : Golkar : Pertemuan Jokowi dan Prabowo Tunjukkan Demokrasi Indonesia yang Matang

"Meski ada komplikasi pilpres, tapi tidak benar ini adalah konfliknya dua pihak. Ini hanya proses komunikasi saja. Jadi, menurut saya, itu bukan rekonsiliasi, tetapi relaksasi," tutup Agus. [HES]