Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Vaksinasi Mpox Di Indonesia Hanya Untuk Kelompok Berisiko Tinggi, Ini Rinciannya
Rabu, 28 Agustus 2024 17:03 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Prima Yosephine MKM menegaskan, pemberian vaksin Mpox (cacar monyet) di Indonesia hanya ditujukan untuk kelompok berisiko tinggi, sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kelompok berisiko tinggi yang dimaksud adalah:
- LSL (Lelaki berhubungan Seks dengan Lelaki) atau GBMSM (Gay, Biseksual dan Pria-yang-berhubungan-seks-dengan-pria lainnya).
- Individu yang kontak dengan penderita Mpox dalam dua minggu terakhir.
- Petugas laboratorium yang melakukan pemeriksaan spesimen virologi, terutama di daerah yang ada kasus Mpox.
- Petugas kesehatan yang melakukan penanganan pada kasus Mpox.
Anak-anak tidak termasuk dalam kelompok sasaran vaksinasi Mpox di Indonesia.
“Sampai saat ini, anak-anak tidak termasuk dalam sasaran yang akan diberikan vaksin Mpox,” terang Prima dalam keterangan melalui laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Rabu (28/8/2024).
Pemberian vaksin dan vaksinasi Mpox di Indonesia bersifat pencegahan. Artinya, vaksinasi ditujukan untuk mencegah munculnya gejala atau meminimalkan keparahan penyakit.
Baca juga : Menlu Tegaskan 3 Prioritas Dalam Kemitraan Strategis Dengan AS, Ini Rinciannya
“Salah satu kriteria penerima vaksin Mpox adalah individu yang pernah kontak dengan penderita Mpox (vaksinasi post exposure),” lanjut Prima.
“Namun, orang yang pernah kontak ini belum tentu terinfeksi. Jadi, imunisasi Mpox masih bersifat pencegahan. Sedangkan, bagi pasien yang sudah terinfeksi akan diberikan pengobatan yang sesuai," imbuhnya.
Berdasarkan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Mpox (Monkeypox) yang diterbitkan Kemenkes RI pada 2023, pemberian vaksinasi Mpox dalam situasi Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC) masih bersifat komplemen terhadap pencegahan dan pengendalian utama seperti surveilans, pelacakan kontak, isolasi dan perawatan pasien.
Saat ini, pemberian vaksinasi Mpox secara massal tidak direkomendasikan.
Jenis Vaksin Mpox
Prima mengatakan, jenis vaksin Mpox yang digunakan di Indonesia adalah golongan Modified Vaccinia Ankara-Bavarian Nordic (MVA-BN).
Baca juga : Tokcer! Jadi Kampus Nomor 1 Di Indonesia, UI Merangsek Ke Peringkat 8 Di ASEAN
MVA-BN merupakan vaksin turunan smallpox generasi ke-3 yang bersifat non-replicating. Vaksin ini sudah mendapat rekomendasi WHO untuk digunakan saat wabah Mpox.
Vaksin Mpox memberikan perlindungan pada tingkat tertentu terhadap infeksi dan penyakit berat.
Setelah divaksinasi, kewaspadaan tetap diperlukan karena pembentukan kekebalan memerlukan waktu beberapa minggu.
Bagi seseorang yang tertular Mpox setelah vaksinasi, vaksin tetap melindungi terhadap penyakit berat dan kemungkinan rawat inap.
Hasil penelitian mengenai efektivitas vaksin mengindikasikan, vaksinasi memberikan tingkat perlindungan yang baik terhadap Mpox.
Baca juga : Pertama Di Indonesia, Okamoto Luncurkan Alat Kontrasepsi Tipis
"Penyakit Mpox dapat dicegah dengan menghindari kontak fisik dengan seseorang yang menderita Mpox. Vaksinasi dapat membantu mencegah infeksi dan diprioritaskan bagi orang yang berisiko," papar Prima.
"Vaksin yang tersedia saat ini memang generasi ke-2 dan ke-3 dari vaksin smallpox,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya