Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kasus Bunuh Diri Dokter PPDS
Temuan Kemenkes: dr. Aulia Risma Diduga Dipalak Rp 20-40 Juta Per Bulan
Minggu, 1 September 2024 20:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menemukan adanya dugaan permintaan uang di luar biaya pendidikan resmi, yang dilakukan oleh para oknum senior kepada mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Undip yang tewas bunuh diri pada 12 Agustus 2024,dr. Aulia Risma Lestari.
"Permintaan uang ini berkisar antara Rp 20-40 juta per bulan," ujar Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (1/9/2024).
Berdasarkan kesaksian, permintaan ini berlangsung sejak Aulia Risma duduk di semester I pendidikan atau di sekitar Juli hingga November 2022.
Baca juga : Kemenkes Siapkan Sanksi
Aulia Risma ditunjuk sebagai bendahara angkatan, yang bertugas menerima pungutan dari teman seangkatannya dan menyalurkan uang tersebut untuk berbagai kebutuhan non-akademik.
Kebutuhan non akademik itu meliputi membiayai penulis lepas untuk membuat naskah akademik senior, bayar gaji OB, dan berbagai kebutuhan senior lainnya.
"Pungutan ini sangat memberatkan almarhumah dan keluarga. Faktor ini diduga menjadi pemicu awal almarhumah mengalami tekanan dalam pembelajaran, karena tidak menduga akan berhadapan dengan pungutan-pungutan sebesar itu," beber Syahril.
Baca juga : Ini Skuad Sementara Tiga Singa Di Piala Eropa 2024
Saat ini, bukti dan kesaksian soal permintaan uang di luar biaya pendidikan tersebut, sudah diserahkan ke pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut.
"Investigasi terkait dugaan bullying masih diproses oleh Kemenkes bersama pihak kepolisian," ujar Syahril.
Kemenkes memutuskan untuk menghentikan sementara PPDS anastesi UNDIP berpraktek di RS Kariadi sejak 14 Agustus 2024, untuk mencegah dugaan upaya perintangan dari individu-individu tertentu terhadap proses investigasi kasus kematian Aulia Risma.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya