Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
BP2MI Kirim 5 PMI Sektor Services Ke Korsel, Kerja Di Restoran Halal
Senin, 2 September 2024 08:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Perlindungan Kerja Migran Indonesia (BP2MI) mengirim lima PMI sektor services untuk bekerja di restoran dan rumah makan halal yang ada di Korea Selatan.
Hal ini merupakan kali pertama Indonesia mengirim sumber daya manusianya untuk bekerja di sektor services Korsel.
Menurut Sekretaris Utama (Sestama) BP2MI, Rinardi, masifnya pergerakan wisatawan mancanegara yang masuk ke Korsel memberikan manfaat untuk Indonesia.
Sebab, secara bersamaan, Korsel juga membutuhkan tenaga kerja untuk melayani wisatawan tersebut.
Baca juga : SIM Keliling Bogor Senin 29 Juli, Hadir Di Mall BTM
"Mereka banyak turis-turis dari negara yang muslim, mereka sekarang itu sudah banyak rumah makan yang halal, artinya apa? Mereka butuh juga pekerja-pekerja dari negara-negara yang mayoritasnya adalah muslim. Inilah yang kemudian kita kirimkan," kata Sestama BP2MI Rinardi usai melepas 117 PMI Program Government to Government (G to G) Korea Selatan di Hotel El Royal, Kelapa Gading, Jakarta, Minggu (1/9/2024).
Diakui Renardi pengiriman PMI sektor services ke Korsel merupakan kali pertama.
"Ini merupakan salah satu sektor yang baru, jadi servisis ini adalah hotel, perhotelan, maupun rumah makan. Apalagi banyak rumah makan di Korea, di Jepang itu sudah halal," ujarnya.
Selain mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk memenuhi permintaan tenaga kerja, BP2MI juga saat ini sedang menjajaki kerja sama Goverment to Government (G to G) dengan sejumlah negara yang memang membutuhkan tenaga kerja dari Indonesia.
Baca juga : SIM Keliling Bogor Senin 22 Juli, Hadir Di Mall BTM
Hal ini selaras dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang baru-baru ini mengaku Pemerintah Indonesia bakal membuka kerjasama G to G dengan 19 negara baru. Sejauh skema kerja sama G to G baru terjalin dengan beberapa negara saja yakni Korea Selatan, Jepang, Australia dan Jerman.
Kerja sama yang akan dijalankan dalam waktu dekat adalah G to G dengan pemerintah Kanada. Pemerintah Indonesia lewat BP2MI telah menandatangani berbagai dokumen kerja sama ini.
"Saya kemarin baru pulang dari Kanada sama Jerman, kita menandatangani MOU, dan juga LOI, Letter of Intent. Mereka tuh berharap orang Indonesia bekerja ke negara mereka," tutur Rinardi.
Di Kanada sendiri kata Rinardi sedang krisis tenaga kerja diberbagai sektor. Untuk itu mereka sangat membutuhkan tenaga kerja Indonesia untuk mengisi sektor konstruksi, kesehatan, perawat, maupun caregiver atau pengasuh panti jompo.
Baca juga : SIM Keliling Bogor Senin 15 Juli, Hadir Di Mall BTM
"Makanya peluang kita besar, tapi kita juga menyiapkan kompetensinya. Nantinya kita tidak hanya mengurusi yang namanya pekerja kita ke Timur Tengah, yang umumnya adalah pekerja domestik, atau ART, tapi kita juga harus naik kelas untuk bisa mengirimkan pekerja kita yang memiliki kompetensi yang lebih tinggi," pungkas dia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya