Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kesepakatan AS-Iran Belum Final, Trump: Kalau Saya Tak Suka, Pemboman Berlanjut
- Mentan Amran Targetkan Swasembada Bawang Putih Dalam 3 Tahun
- Batal Ke Rusia, Prabowo Fokus Tuntaskan Agenda Dalam Negeri
- PLN Indonesia Power Dukung Kids English Fun 2026, Cetak Generasi Unggul
- Austria Tekuk Yordania, Tempel Argentina di Klasemen Grup J
Pemda Disarankan Manfaatkan IMDI
Menkominfo: Kita Perlu Ciptakan Talenta Digital
Rabu, 11 September 2024 07:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyarankan Pemerintah Daerah (Pemda) memanfaatkan hasil Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) dalam membuat aturan atau kebijakan.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menjelaskan, pengukuran IMDI merupakan langkah bersama dalam memperoleh pemahaman komprehensif tentang perkembangan masyarakat digital Indonesia.
Hasilnya diyakini dapat menjadi acuan para pemangku kebijakan di daerah dalam merancang kebijakan dan program pembangunan, termasuk sumber daya manusia (SDM).
“Hasil pengukuran ini bisa menjadi landasan pembuatan kebijakan dan program pengembangan SDM digital, khususnya untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” kata Budi Arie di Jakarta, Selasa (10/9/2024).
Baca juga : 12 Calon Hakim Agung Ditolak Di Senayan
Pengukuran IMDI dilakukan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenkominfo di 514 kabupaten dan kota di Indonesia pada 2024, dengan nilai 43,34.
“Pemerintah terus berkolaborasi serta harus berkoordinasi untuk memperkecil digital divide di tingkat nasional,” tutur Budi Arie.
Saat ini tingkat penetrasi internet terus bertumbuh hingga mencapai 79,5 persen dari populasi nasional.
Selain itu, koneksi 4G juga sudah mencakup 97,42 persen wilayah permukiman. Sementara koneksi 5G mencakup 3,53 persen wilayah pemukiman di Indonesia.
Baca juga : Sosialisasi Boleh Saja, Kampanye Bakal Ditindak
Infrastruktur yang berkembang dan tingkat penetrasi yang tinggi harus diimbangi dengan SDM.
Tidak hanya banyak di kota besar tapi juga di pelosok daerah, sehingga ekosistem digital nasional benar-benar terbentuk optimal.
“Kita masih perlu menciptakan talenta digital yang siap untuk memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini,” ingat pendiri Relawan Projo ini.
Budi Arie mengungkapkan, tahun depan, ada sekitar 149 juta pekerjaan digital di level global.
Baca juga : Tunda Dulu Deh Iuran Dana Pensiun Tambahan
Sementara di Indonesia, sebanyak 27-46 juta pekerjaan baru akan muncul akibat automatisasi di tahun 2030.
Budi Arie menyatakan, kondisi tersebut cukup menantang lantaran 90 persen perusahaan di Indonesia merasa ketersediaan talenta digital masih di bawah permintaan industri.
“Salah satu cara untuk merespons kebutuhan talenta digital adalah melalui upskilling dan reskilling,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya