Dark/Light Mode

Jadi Kelompok Paling Terdampak

Perempuan Mesti Pahami Perubahan Iklim

Kamis, 12 September 2024 07:25 WIB
Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Sosial dan Budaya Kementerian PPPA, Eko Novi Ariyanti. (Foto: Istimewa)
Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Sosial dan Budaya Kementerian PPPA, Eko Novi Ariyanti. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Sementara Founder Puan Lestari, Hanna Pertiwi menyatakan, pihaknya bertekad memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai kerusakan lingkungan dan perubahan iklim, dan dampaknya terhadap perempuan. “Perubahan iklim berelasi dengan kesetaraan gender. Perempuan, anak, dan kelompok marginal sering mendapatkan dampak yang merugikan,” katanya.

Hanna mengungkapkan, berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebanyak 80 persen perempuan menjadi kelompok terdampak perubahan iklim. Penyebabnya, perempuan berperan sebagai perawat dan penyedia makanan.

Lebih lanjut, dia mencontoh­kan, salah satu peran perempuan dalam kasus kelangkaan minyak goreng, akibat dampak perubahan iklim. Dalam situasi tersebut, kaum perempuan lebih banyak mengantri minyak goreng daripada laki-laki.

Baca juga : Kurangi Pengangguran, DKI Bisa Tiru Karawang

“Artinya, perempuan tidak hanya rentan terhadap perubahan iklim. Mereka juga agen utama perubahan, dalam menghadapi se­tiap permasalahan akibat terjadinya perubahan iklim,” tandas Hanna.

Di media sosial X, netizen ju­ga mengamini, dampak peruba­han iklim kian terasa dan terus menelan korban. Perempuan harus menanggung beban yang lebih berat akibat dampak pe­rubahan iklim.

Akun @caramelmachiato menyatakan, akibat perubahan iklim, perempuan miskin di desa dan pesisir harus bekerja ekstra keras untuk memenuhi kebutu­han hidup dan keluarganya.

Baca juga : Badminton Hong Kong Open 2024, Ginting ‘Balas Dendam’ Popov

“Di sebuah desa yang terletak di pesisir, perempuan banyak bekerja sebagai pengrajin dan usaha rumahan. Karena dampak perubahan iklim suhu jadi makin panas. Alhasil, perempuan di sa­na kurang produktif di siang hari, saking panasnya suhu di daerah mereka, dan pendapatan mereka terus berkurang,” tuturnya.

Akun @aiyesh451 prihatin dengan nasib perempuan nelayan yang terus kehilangan penghasi­lan. “Banyak perempuan ne­layan yang melaut dengan kapal sederhana, merasakan tantangan nelayan di negara kepulauan yang kaya raya ini. Nelayan perempuan menghadapi dampak krisis iklim yang paling berat, tangkapan ikan­nya sedikit, tapi mereka tidak pu­nya pilihan lain,” tulisnya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 12 September 2024 dengan judul Jadi Kelompok Paling Terdampak, Perempuan Mesti Pahami Perubahan Iklim

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.