Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Soal Wacana Kenaikan Tarif KRL Commuter Line Jabodetabek
Kemenhub Tunggu Pemerintahan Baru
Jumat, 13 September 2024 07:25 WIB
Sebelumnya
Menurut dia, waktu sosialisasi yang diterapkan berkisar 3 bulan sebelum pihaknya menerapkan perubahan tarif.
Sementara, anggota Komisi V DPR Hamka Kadi menilai, kebijakan subsidi tarif KRL berdasarkan NIK yang digaungkan Pemerintah, tidak akan merugikan masyarakat. Sebab, kebijakan itu diterapkan untuk memastikan agar subsidi yang diberikan Pemerintah terarah dan tepat sasaran.
“Beban subsidi yang diberikan Pemerintah, sangat menguras Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kita,” ucapnya.
Baca juga : Jalan Rusak Dan Parkir Liar Paling Dikeluhkan Warga
Kegaduhan wacana kenaikan tarif KRL Commuter Line juga ramai dibahas netizen di media sosial X.
Akun @bibitmecin meminta Pemerintah memperbaiki kualitas pelayanan sebelum menaikkan tarif KRL Commuter Line.
“Tarif KRL mau naik? Naik kereta harus pakai NIK? Pernah ngerasain nggak KRL mogok. Pernah ngerasain nggak AC dan Lampu mati, tiba-tiba berhenti dan sebagainya. Perbaiki dulu layanannya, bikin lompatan jauh kayak era Pak Jonan, baru deh gue ikhlas tarif dinaikin,” tulisnya.
Baca juga : Southampton Vs Manchester United, Jabatan Ten Hag Jadi Taruhan
“Sejak 2023 yang naik KRL bisa sampai 900 ribu orang per hari. Yang harus digarisbawahi, penumpangnya kebanyakan kaum pekerja kelas menengah dan bawah. Di tengah turunnya jumlah kelas menengah, lebih baik jangan naikin tarif atau bikin kebijakan subsidi yang nggak masuk akal,” timpal akun @softcaka.
Akun @samododiw tak masalah ada kenaikan tarif. Namun, dia mensyaratkan ada sejumlah perbaikan yang harus dilakukan Pemerintah atau pengelola.
“Buat gue tarif naik nggak masalah, asal keretanya banyakin, pelayanan perbaik, transit Manggarai dihapus. Mending gitu timbang ngide aneh-aneh,” usulnya.
Baca juga : Badminton Hong Kong 2024, Jojo Dan Ginting Menyala
Senada, akun @dalangdigital juga mendukung wacana kenaikan tarif KRL Commuter Line, selama kebijakan itu diiringi dengan perbaikan kualitas layanan. Sebab, mahalnya tarif dan buruknya kualitas layanan, dapat membuat para pengguna kembali ke moda transportasi sebelumnya.
“Naik? Ingat, tarif yang kurang seksi berpotensi mengurangi daya tarik KRL di mata sebagian komuter, yang kemarin memilih meninggalkan kendaraan pribadi. Mereka yang sudah betah ber-KRL, mungkin kembali mengendarai motor atau mobil sendiri dan yang baru pasang niat akan pikir-pikir lagi,” cuitnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat, 13 September 2024 dengan judul Soal Wacana Kenaikan Tarif KRL Commuter Line Jabodetabek, Kemenhub Tunggu Pemerintahan Baru
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya