Dark/Light Mode

Sambangi Pesantren Nur Antika Tangerang

Sandiaga Uno Ajak Santri Melek Industri Digital Kreatif

Sabtu, 14 September 2024 20:23 WIB
Sandiaga Salahuddin Uno disambut santri Pondok Pesantren Nur Antika, di Jalan Kadu Masjid, Kp Kadu, Desa Pete, Kec. Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Sabtu (14/9).  (Foto : ist)
Sandiaga Salahuddin Uno disambut santri Pondok Pesantren Nur Antika, di Jalan Kadu Masjid, Kp Kadu, Desa Pete, Kec. Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Sabtu (14/9). (Foto : ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengajak santri dan generasi milenial melek terhadap dunia digital.  

Sandiaga menyampaikan itu saat mengunjungi Pondok Pesantren Nur Antika, di Jalan Kadu Masjid, Kadu, Desa Pete, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Sabtu (14/9). Sandiaga hadir dalam kegiatan bertajuk proram Santri Digitalpreneur Indonesia Kemenparekraf.

Ratusan santri putra dan putri Pon-Pes Nur Antika menyambut Sandiaga Uno. Santri juga serta sempat menggelar berdiskusi dengan terkait tantangan para santri menghadapi industri digital kreatif.

Baca juga : Lantik Pengurus Antar Waktu DPP PIM, Dorong Peran Perempuan di Era Digitalisasi

Sandiaga berharap santri memahmi industri keratif di era digital. Melalui proram Santri Digitalpreneur Indonesia Kemenparekraf, dia ingin mencetak santri yang berkarakter kuat dan berintegritas dalam berkarya, agar kompetitif di industri kreatif dan digital, serta santri modern yang tetap mengutamakan akhlakul karimah.

“Di masa depan, santri diharapkan dapat menjadi produsen informasi dan literasi, serta penggerak konten dan produk berkualitas yang bernilai Islami,” kata Sandiaga Uno di depan ratusan santri.

Hadir menemani Sandiaga Uno, pimpinan Pesantren Nur Antika, KH. Encep Subandi, perwakilan Tiktok, Rofi Uddarojat, Ketua Jurnalis Peduli Indonesia, Abdul Rosyid, Head of MORF, Madasakti Octobiyanto, dan super Mentor, Ferry Ardiansyah.

Baca juga : Herzaky Mahendra Putra: Pindah Mendukung Benyamin Davnie

Diterangkan Sandiaga S Uno, program Santri Digitalpreneur Indonesia berisikan pelatihan-pelatihan dan peningkatan kapasitas santri. 
Pemilihan peserta didasarkan pada minat para santri terhadap proses kreatif dan digitalisasi.

 Harapannya, para santri yang memiliki minat, pengetahuan, atau bahkan telah memiliki karya, dapat meningkatkan kemampuan mereka melalui kegiatan ini. 

Nantinya di setiap kota, Santri Digitalpreneur Indonesia akan menjaring 50 orang peserta dari 10 pesantren yang akan mengikuti pelatihan selama 4 hari. Setiap pesantren akan tergabung menjadi 1 kelompok beranggotakan 5 orang, dan diminta untuk menghasilkan 1 konten. Karya terbaik dari masing-masing kota nantinya akan dipamerkan pada Demo Day di Jakarta.

Baca juga : Sandiaga Uno Ingin Santri Jadi Garda Terdepan Ciptakan Ekonomi Kreatif

“Santri harus menjadi garda terdepan dalam industri kreatif menuju generasi keratif dan berdaya saing menuju Indonesia Emas,” jelasnya.

Dalam pelatihan tersebut, Kemenparekraf sengaja menghadirkan tokoh-tokoh muda kreatif serta mentor-mentor profesional terbaik di bidang kreatif dan digital.

"Ke depan santri dapat menciptakan konten dakwah yang menarik, kreatif, dan inspiratif, sehingga dapat menyebarkan nilai-nilai Islam secara luas dan efektif. Dengan keterampilan digital yang dimiliki serta pelatihan ini, semoga para santri dapat menjadi pionir dalam menyebarkan dakwah Islam dan membangun komunitas online yang positif dan memiliki pengaruh bagi perkembangan Islam di Indonesia,” tutup Sandiaga Uno.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.