Dark/Light Mode

Konektivitas Aceh -Medan Meningkat, PUPR Tuntaskan Duplikasi Jembatan Strategis

Senin, 23 September 2024 23:42 WIB
Pembangunan Duplikasi Jembatan Krueng Peudada di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.
Pembangunan Duplikasi Jembatan Krueng Peudada di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga telah menyelesaikan pembangunan Duplikasi Jembatan Krueng Peudada di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. 

Pembangunan duplikasi jembatan ini akan meningkatkan konektivitas warga dan memperlancar distribusi barang dan jasa pada ruas Jalan Nasional Banda Aceh - Medan serta sebagai satu kesatuan sistem arus lalu lintas keluar masuk di Kabupaten Bireuen. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, konektivitas antar wilayah diperlukan agar mobilitas barang, jasa, dan manusia lebih efisien. 

Baca juga : Kualitas Aset Meningkat, BNI Diapresiasi Komisi XI DPR RI

Dengan konektivitas yang semakin lancar diharapkan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah sehingga dapat membantu proses percepatan pembangunan di wilayah tersebut. 

“Pembangunan infrastruktur jembatan, flyover, dan underpass akan memperlancar konektivitas dan aksesibilitas lalu lintas, di samping memberikan alternative bagi warga untuk meningkatkan produktivitas perekonomian,” kata Basuki, Senin (23/9). 

Duplikasi Jembatan Krueng Peudada dibangun dengan skema Multi Years Contract (MYC) tahun  2022-2024 dengan sumber pendanaan dari dana  SBSN senilai Rp80 miliar. 

Baca juga : Tingkatkan Produktivitas Infrastruktur Gas Bumi, PGN Luncurkan Aplikasi Quest

Secara konstruksi, struktur Duplikasi Jembatan Krueng Peudada memiliki panjang utama 248 meter dengan tipe rangka baja yang terdiri dari 7 bentang dan lebar jembatan 10 meter.

Pembangunan Duplikasi Jembatan Krueng Peudada akan menambah kapasitas jalan dari semula dua lajur menjadi empat lajur. Dengan dibangunnya jembatan duplikask diharapkan arus lalu lintas dari Kota Medan menuju Banda Aceh atau jalur Lintas Sumatera Utara - Aceh tidak mengalami hambatan atau kemacetan.  

Selain membangun Duplikasi Jembatan Krueng Peudada Kabupaten Bireuen, Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Ditjen Bina Marga juga menyelesaikan pembangunan Duplikasi Jembatan Krueng Tamiang di Provinsi Aceh Tamiang. Duplikasi jembatan dibangun sejajar dengan jembatan lama dengan panjang 230 meter. 

Baca juga : Konsentrasi Bisnis Operasional, LPKR Turunkan Kepemilikan Sahan SILO

Tercatat pada 2024, Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga menyelesaikan 15 jembatan yang tersebar di 10 provinsi, yakni Duplikasi Jembatan Krueng Peudada dan Duplikasi Jembatan Krueng Tamiang di Provinsi Aceh.

Selain itu, Jembatan dan Underpas Gatot Subroto di Sumatera Utara, Flyover Bantaian dan FO Sekip Ujung di Sumatera Selatan, Jembatan Sungai Sambas Besar dan Duplikasi Jembatan Kapuas I di Kalimantan Barat, Pelindung Dumbukan Kapal  Jembatan Pulau Balang dan Duplikasi Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek di Kalimantan Timur, Undepass Balaraja dan Flyover Cibodas di Banten,  Flyover Madukoro di Jawa Tengah, Jembatan Jong Biru dan Flyover Juanda di Jawa Timur, Elevated Maros di Sulawesi Selatan, dan Jembatan GORR di Gorontalo.
.
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.