Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ekspor Batik Terus Melonjak, Januari-Juni 2024 Tembus Rp 143 M
Jumat, 27 September 2024 09:08 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat nilai ekpor batik dan produknya terus meningkat.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin, Reni Yanita mengatakan, nilai ekspor batik dan produknya sepanjang 2023 yang mencapai 17,5 juta dolar AS atau Rp 264 miliar.
Tahun ini ekspor batik pun terlihat cerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada semester I-2024, ekspor batik sudah mencapai 9,45 juta dolar AS atau sekitar Rp 143 miliar.
Baca juga : BPS: Kunjungan Wisman Januari-Juli 2024 Tertinggi Sejak 2020
“Potensi pasar ekspor batik cukup menjanjikan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (26/9/2024).
Untuk meningkat industri batik, selain mengembangkan kemampuan perajin dan produsen batik yang sudah ada, Ditjen IKMA juga memberikan pendampingan teknis produksi batik kepada 25 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, pada 3-7 September 2024.
Pelatihan ini bertujuan untuk menumbuhkan wirausaha baru di sektor industri batik, sehingga keterampilan tersebut dapat menjadi jaring pengaman sosial saat warga binaan kembali ke masyarakat.
Baca juga : Naik 10 Persen, Bisnis Remitansi BSI Tembus Rp 50 Triliun
Ditjen IKMA terus melakukan berbagai upaya pengembangan industri batik, seperti penyusunan buku "Mengenal Industri Batik Ramah Lingkungan" dan "Batik Berkelanjutan: Rantai Pasok Industri 4.0", pembinaan wirausaha baru di lembaga pemasyarakatan dan pondok pesantren, penerapan enterprise resource planning (ERP), restrukturisasi mesin dan peralatan, promosi, pameran, serta revitalisasi sentra batik.
Berdasarkan Direktori Sentra Industri yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik tahun 2020, terdapat 201 sentra industri batik yang tersebar di 11 provinsi, dengan sentra terbanyak berada di Jawa Tengah (72 sentra) dan Jawa Timur (62 sentra), dengan total 5.946 industri batik di seluruh provinsi.
Ditjen IKMA akan menyelenggarakan pameran dan business matching, serta fasilitasi sertifikasi Batikmark dan workshop produksi seragam batik Jemaah Haji, yang rencananya digelar pada November 2024. Kegiatan ini ditargetkan untuk IKM batik yang memproduksi seragam batik bagi jemaah haji.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya