Dark/Light Mode

APBD Harus Membawa Manfaat Untuk Rakyat

Menteri Anas: Jangan Ada Lagi Istilah ‘Bagito’

Jumat, 4 Oktober 2024 07:25 WIB
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Abdullah Azwar Anas (tengah) saat memberikan keterangan pers usai rilis terbatas Tahap Pertama INAku, INAgov INApas di Perum Peruri Jakarta, Senin (30/9/2024). (Foto: Rizki Syahputra/RM)
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Abdullah Azwar Anas (tengah) saat memberikan keterangan pers usai rilis terbatas Tahap Pertama INAku, INAgov INApas di Perum Peruri Jakarta, Senin (30/9/2024). (Foto: Rizki Syahputra/RM)

 Sebelumnya 
Erwan berharap, ke depan lebih banyak lagi daerah yang memperoleh predikat AA dalam SAKIP. Pasalnya, untuk mendapat predikat sangat memuas­kan, instansi pemerintah ditun­tut mempertanggungjawabkan dan meningkatkan kinerja yang tepat sasaran dan berorientasi hasil.

Sebelumnya, kritikan soal pemborosan juga dilontarkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Dia men­gatakan, banyak belanja di dae­rah yang tidak efisien. Terkadang anggaran sebuah program lebih kecil dibandingkan anggaran untuk kegiatan pendukung.

Perbincangan soal pemborosan anggaran yang dilakukan Pemda juga ramai dibincangkan netizen di media sosial X.

Baca juga : Muzani: Sukseskan Pelantikan Presiden & Wapres Hasil Pemilu

Akun @JohnLee31462806 mengusulkan KemenpanRB dan Kemendagri memiliki kewenangan memberikan sanksi kepada kepala daerah dan Pemda yang boros.

“Langsung saja (Pemda yang boros) dikasih sanksi. Misalnya, kurangi bantuan anggaran ke Pemda tersebut. Jadi, ada hirarki tingkatan pemerintahan, ada sanksi tegas dari Pemerintah Pusat,” cuitnya.

“Harus ada tindakan kong­kret dan ketat, Pak Menteri @AzwarAnas_A3. Semua daerah melakukan itu. Seolah-olah, perjalanan dinas pejabat leb­ih wajib ketimbang program kerakyatan. Itu modus paling sederahana menghabiskan ang­garan dengan mudah dan dapat dinikmati, yang seolah-olah bukan korupsi,” timpal akun @CakSabri1.

Baca juga : Mobilitas Gampang, Energi Bersih Dan Teknologi Canggih

Akun @senotribroto memiliki pendapat berbeda. Dia me­minta, perjalanan dinas jangan dinihilkan. Sebab, kegiatan itu membawa kebaikan bagi pemi­lik gedung ataun hotel. “Bukan cuma industri perhotelan aja, multiplier effect dari perjalanan dinas itu banyak. Hingga peru­sahaan cattering dan penyewaan bus,” ujarnya.

Akun @SUmmat24 mengu­sulkan, anggaran untuk dinas di lingkungan Pemda didasarkan pada kinerja. Bila kinerjanya baik, alokasi anggarannya akan diperbesar.

“Jangan anggarannya gede, tapi habis buat administrasi, biaya perjalanan dinas, seminar dll. Ke depan, anggaran dinas harus didasarkan pada kinerja, bukan sebatas serapan,” pintanya.

Baca juga : Lille Sukses Taklukkan Real Madrid, Los Blancos Gigit Jari

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat, 4 Oktober 2024 dengan judul APBD Harus Membawa Manfaat Untuk Rakyat, Menteri Anas: Jangan Ada Lagi Istilah ‘Bagito’

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.