Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Airlangga Targetkan Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN, Kelar 50 Persen Akhir 2024
Selasa, 8 Oktober 2024 09:56 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong percepatan negosiasi ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA).
Hal ini disampaikan Airlangga pada pertemuan ke-24 Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di Vientiane, Senin (7/10).
"Saya ingin meminta perhatian semua menteri ekonomi ASEAN terkait perkembangan negosiasi ekonomi digital di ASEAN," kata Airlangga dalam keterangannya, yang dikutip RM.ID, Selasa (8/10).
Baca juga : Perkembangan Ekonomi Digital Picu Permintaan Listrik Meningkat
DEFA, yang diluncurkan di masa kepemimpinan Indonesia pada tahun 2023, diproyeksikan dapat menggandakan ekonomi digital ASEAN pada 2030.
Airlangga merinci, DEFA adalah masterplan yang dibuat untuk mengatur digital talent, digital ID, cybersecurity, retraining, reskilling, infrastructure, dan interoperability di ASEAN. Ini adalah kerangka kerja penting dalam menargetkan integrasi ekonomi digital di kawasan.
Namun, hingga kini, baru 14 persen dari negosiasi DEFA yang berhasil diselesaikan. Menko Airlangga mendesak tim perunding ASEAN untuk mencapai target 50 persen pada akhir 2024.
Baca juga : Airlangga Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Bisa Tercapai, Ini Alasannya
“Saya mendorong tim perunding mengoptimalkan waktu yang tersisa tahun ini dengan dukungan Sekretariat ASEAN, untuk mengoptimalkan waktu di tahun ini untuk mencapai target 50 persen penyelesaian perundingan di tahun 2024,” ujar Airlangga.
Untuk mempercepat proses negosiasi, Menko Airlangga mengajukan dua arahan utama: implementasi kode etik (code of conduct) yang telah disepakati, serta pendekatan baru yang lebih inovatif.
"Saya mendukung inisiatif untuk melakukan pendekatan dua tahap dalam proses negosiasi berdasarkan pada kategori yang ada dan kesiapan masing-masing negara anggota ASEAN," jelasnya.
Baca juga : Rais Aam PBNU Ingatkan Pelaku Ekonomi Bersikap Saleh Agar Bisa Jujur
Pendekatan dua tahap ini, diyakini akan mempercepat penyelesaian DEFA, dengan fleksibilitas dan insentif bagi setiap negara ASEAN untuk berpartisipasi aktif.
“Perlu ada program peningkatan kapasitas bagi seluruh negara ASEAN agar bisa mengejar ketertinggalan,” tambahnya.
Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Sesmenko Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian, Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Regional Sub Regional Kemenko Perekonomian, Direktur Kerja Sama Ekonomi ASEAN Kementerian Luar Negeri, serta perwakilan Kementerian Perdagangan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya