Dark/Light Mode

Airlangga Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Bisa Tercapai, Ini Alasannya

Jumat, 4 Oktober 2024 15:13 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: RM.ID/Khairizal Anwar)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: RM.ID/Khairizal Anwar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang dicanangkan pemerintahan mendatang bukan hal yang mudah. Namun, ia optimistis target tersebut tetap bisa tercapai dengan mendorong investasi dan menjaga stabilitas ekonomi.

"Dalam kondisi normal, kita harus fokus pada investasi. Dengan nilai ekonomi mencapai Rp 20.000 triliun dan APBN sebesar Rp 3.600 triliun, sektor konsumsi dan daya beli menjadi penggerak utama. Untuk memperkuat itu, iklim investasi harus kondusif," ujar Airlangga dalam wawancara khusus dengan Rakyat Merdeka di kantornya, Jakarta, Rabu (3/10/2024).

Ia menambahkan, secara politik Indonesia memiliki stabilitas yang kuat berkat dukungan mayoritas partai terhadap pemerintah. Stabilitas ini memberikan landasan bagi pengembangan pasar domestik dan produktivitas investasi yang lebih tinggi.

Baca juga : Ekonomi Masih Aman, Tapi Harus Waspada

"Setiap investasi 1 dolar harus mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Dengan fondasi ekonomi yang sudah kita bangun, saya yakin pemerintahan mendatang punya peluang besar untuk mencapai target," ujarnya.

Airlangga juga menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur sebagai tulang punggung perekonomian. Ia menyebutkan, Indonesia telah membangun 2.900 kilometer jalan tol, jauh meningkat dibanding 2014 yang hanya memiliki kurang dari 1.000 kilometer. Namun, ia menekankan, infrastruktur dasar ini masih perlu dikembangkan lebih lanjut.

“Kita membutuhkan pengembangan ‘fishbone’, yaitu jalan-jalan penghubung menuju sentra-sentra produksi. Contohnya di Sumatera, yang perlu terkoneksi hingga ke Bengkulu dan sekitarnya. Jika ini dibangun, biaya logistik bisa turun drastis,” ungkapnya.

Baca juga : Menko Airlangga Ingin Kadin Genjot Investasi

Saat ini, biaya logistik Indonesia tergolong tinggi, yakni sekitar 12-14 persen, dibandingkan negara lain yang berada di bawah 10 persen. Penurunan biaya logistik, menurutnya, akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat.

Menko Perekonomian menjelaskan, jika investasi dapat mencapai 30 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dengan ICOR (Incremental Capital Output Ratio) sebesar 6, maka pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5 persen. Apabila ICOR diturunkan menjadi 5, pertumbuhan ekonomi akan meningkat menjadi 6 persen. Bahkan sebelum krisis 1998, ICOR Indonesia bisa mencapai angka 4.

“Dengan meningkatkan investasi hingga 32 persen dari PDB dan menurunkan ICOR, pertumbuhan 8 persen bukan mustahil,” imbuhnya.

Baca juga : Menperin: Pasar Industri Halal Sangat Menjanjikan

Namun, Airlangga juga mengingatkan bahwa Indonesia harus menghadapi tantangan eksternal, termasuk geopolitik, geoekonomi, serta perubahan iklim. Fenomena La Nina dan El Nino, menurutnya, telah mengganggu sektor pertanian dan menambah tantangan dalam mencapai target ekonomi.

“Kita tidak hidup dalam ruang hampa. Banyak faktor eksternal yang mempengaruhi, tetapi dengan perencanaan yang matang dan kebijakan yang tepat, saya optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa terus melaju,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.