Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rais Aam PBNU Ingatkan Pelaku Ekonomi Bersikap Saleh Agar Bisa Jujur
Selasa, 1 Oktober 2024 21:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar mengingatkan para pelaku ekonomi agar dapat selalu berlaku saleh. Sebab, kasalehan lebih gampang bagi seseorang untuk menumbuhkan sifat jujur dan adil dalam mengelola kehidupan umat.
Kiai Miftach menegaskan hal ini saat menjadi pembicara kunci dalam Forum Serantau YAPEIM 2024 (FSY2024), di Hotel Marriott, Putrajaya, Malaysia, Selasa (1/10/2024). FSY2024 merupakan forum yang diselenggarakan Yayasan Pembangunan Ekonomi Islam Malaysia sebagai bagian dari rangkaian peringatan hari ulang tahun ke-40 yayasan tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, sosok kiai kharismatik itu memberikan refleksi kepada para pemimpin dan pemegang kebijakan ekonomi untuk menjadikan adil dan jujur sebagai modal utama manusia dalam mewujudkan kemakmuran di muka bumi.
"Memakmurkan bumi tentu dengan segala tata tertibnya, segala kekuatannya, segala inovasinya, keadilannya, kejujurannya. Karena Allah menjanjikan bagi mereka-mereka yang saleh di dalam perbuatan, saleh sosialnya. akan memimpin bumi ini," ujar Kiai Miftach, seperti keterangan yang diterima redaksi, Selasa (1/10/2024).
Baca juga : Kaesang Ingatkan Pentingnya Komitmen Pemimpin Wujudkan Toleransi
Refleksi tersebut disampaikan Kiai Miftach sambil mengisahkan simpati Rasulullah SAW atas berpulangnya empat orang yang bukan Muslim tetapi melaksanakan esensi dari ajaran Islam.
Yang pertama ada Imri'il Qais, seorang penyair pada zaman jahiliyah, belum mukmin tapi isi syairnya ketauhidan kepada Allah. Lalu, Hatim Ath-thai di zaman jahiliyah, yang dengan kedermawanannya seperti ajaran islam.
Kemudian, Abi Thalib, walaupun ulama berikhtilaf dalam hal ke-Islamannya, tetapi pembelaannya terhadap perjuangan Rasulullah tidak bisa diragukan. “Lalu, adalah Kaisar Anu Syirwan yang kita kenal keadilan dan kejujurannya sehingga negara yang dipimpin mengalami kesejahteraan karena kejujuran dan keadilannya," ungkap pengasuh Pondok Pesantren Miftachussunnah, Surabaya ini.
Melalui kisah tersebut, Kiai Miftach menerangkan, Rasulullah bersimpati atas seseorang yang belum beriman namun bersikap jujur dan adil. Kiai Miftch lalu mengutip ayat dari Surat Al-Anbiya dan Surat An-Nur yang menyebutkan, “wa atallahulladziina amanuu wa amilus shalihat layastkhlifannahum fil ardl, al ayah”.
Baca juga : Jokowi Sukses Jaga Stabilitas Ekonomi, Pengamat: Sangat Luar Biasa!
“Artinya, tidak lain adalah Allah telah menjanjikan bahwa orang-orang yang beriman dan beramal saleh, saleh dalam segala hal, akan memimpin bumi ini. Bukan negara tapi bumi,” terangnya.
Mereka yang beramal saleh disertai keimanan ini adalah yang Allah janjikan sebagai penguasa bumi karena dalam iman ada kebenaran, kejujuran, dan keadilan. "Kalau memang tidak terdapat mereka-mereka yang beriman tapi paling tidak yang beramal saleh," ucap Kiai Miftach.
Kejujuran dan amal saleh yang akan mencukupi untuk memimpin dunia ini dan lain hal di dalam urusan akhiratnya nanti.
Dalam FSY2024 tersebut, hadir beberapa tokoh yang berasal dari perwakilan beberapa negara di Asia Tenggara seperti Kamboja, Singapura, Indonesia, dan Filipina. Kiai Miftach tiba di Malaysia pada Senin malam (30/9/2024) bersama Menteri Pendidikan 2009-2014 Prof Muhammad Nuh, Menko Perekonomian 2009-2014 Hatta Rajasa, Pemimpin CT Corp Chairul Tanjung, Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas, beserta sejumlah anggota rombongan lainnya.
Baca juga : Dua Anak Usaha Pertamina Sinergi Garap Bisnis Karbon
Setelah tiba pada malam hari, Kiai Miftach beserta rombongan disambut hangat Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dengan jamuan makan malam bersama.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya