Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Wawancara Khusus Dengan Kepala BPOM Taruna Ikrar
“Kami Tancap Gas Untuk Meraih Reputasi Global”
Kamis, 10 Oktober 2024 08:00 WIB
Sebelumnya
Bagaimana rencana untuk merestrukturisasi BPOM?
Berdasarkan analisis yang saya lakukan, saat ini terdapat empat deputi. Namun, idealnya, kita perlu membentuk lima atau enam deputi yang didasarkan pada fungsi, bukan pada produk.
Struktur idealnya deputi dibentuk berdasarkan fungsi. Mulai dari pra-pasar hingga penindakan. Urusan produk dikelola oleh eselon dua, terutama untuk pangan. Jika restrukturisasi ini terwujud, maka organisasi kita akan berkembang menjadi lebih fungsional.
Selain itu, kita juga perlu memperhatikan pusat sumber daya manusia, pusat data dan informasi, serta pusat khasiat obat, yang saat ini belum kita miliki. Kita tidak dapat secara langsung mengubah struktur ini, tetapi kami dapat mengusulkan perubahan tersebut. Tentu saja, semua ini memerlukan persetujuan dari Menpan RB. Kami akan mengusulkan jumlah deputi yang diperlukan, karena ini sangat penting untuk meningkatkan reputasi BPOM di tingkat global.
Bagaimana cara untuk meningkatkan reputasi BPOM di tingkat global?
Baca juga : Hilirisasi Sawit Untuk Kita Berjaya Di Dunia
Saat ini, Indonesia berada pada maturitas level 3 dan bertekad untuk naik ke level 4. Untuk mencapai target ini, kami memerlukan penguatan dalam struktur kerja dan fasilitas. Kami bersyukur, pada hari ini, BPOM menerima lima penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN), termasuk penghargaan sebagai juara pertama untuk lembaga negara.
Penghargaan ini menunjukkan bahwa pengelolaan yang baik dapat memberikan dampak positif. Saat ini, kami juga masih kerjasama dengan WHO, yang telah beberapa kali berkunjung ke Indonesia. Rencananya, penilaian akhir akan dilakukan pada bulan Desember. Saat itu, semua persiapan sudah selesai. Hal ini diharapkan dapat menambah nilai bobot kami. Target kami adalah mencapai level 4 dan langsung tercatat sebagai otoritas dalam daftar WHO. Kami optimis, tahun depan, BPOM dapat memasuki level tersebut.
Dibandingkan dengan negara Asia lainnya, di mana posisi BPOM kita?
Posisi BPOM Indonesia saat ini selevel dengan BPOM Malaysia dan Filipina. Sementara itu, Singapura dan Korea Selatan sudah mencapai maturitas level 4. Negara-negara lain seperti Jepang, serta negara-negara di Eropa dan Amerika Serikat juga berada di level 4.
Apakah Anda ingin BPOM memiliki posisi seperti FDA (Food and Drugs Administration) di Amerika Serikat?
Baca juga : Makan Bergizi Gratis Disiapkan Rp 71 Triliun
Saya pernah bekerja dengan tim review FDA. FDA di sana sangat kuat, mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Bahkan, penindakan mereka melibatkan sekitar 18.000 personil, sampai tingkat kecamatan, termasuk pengelolaan warung makan. Ini menunjukkan kekuatan dan kapasitas mereka yang sangat besar.
Pimpinan tertinggi FDA disebut konselor, yang dipilih langsung oleh presiden. Setelah itu, presiden mengusulkan nama tersebut ke DPR, melalui proses yang melibatkan kongres dan senat untuk mendapatkan persetujuan. Dengan demikian, FDA memiliki tingkat independensi yang tinggi, dan mereka juga menjalin kerjasama dengan Kementerian Kesehatan.
Di Indonesia, BPOM berbentuk badan yang berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Saya rasa itu tidak menjadi masalah. Tantangan utama adalah bagaimana mendorong organisasi ini bergerak secara efektif untuk mencapai tujuan utamanya, yaitu menjamin keselamatan bangsa dari segi obat dan pangan, termasuk kualitas dan standar yang diperlukan.
Kami melihat bahwa sistem di Amerika stabil dan terpercaya, sehingga kami ingin mencontoh praktik yang baik tersebut. Kami berharap bisa mencapai level yang setara dengan mereka dan ditetapkan sebagai otoritas dalam daftar WHO tahun depan. Kami telah melaporkan rencana ini kepada Presiden. Kami sudah tujuh kali bertemu dengan Presiden Jokowi, dan beliau memberikan respon positif serta semangat untuk melanjutkan kerja kami.
Yakinkah BPOM akan menjadi lembaga yang terpercaya di Asia?
Baca juga : Wali Kota Depok Idris Dilaporkan Ke Bawaslu
Tentu, langkah pertama adalah mencapai maturitas level 4 dan masuk dalam daftar otoritas yang diakui. Saat ini, hanya ada 30 dari 194 negara yang terdaftar. Jika kita berhasil masuk tahun depan, tantangan selanjutnya mempertahankan reputasi tersebut. Membangun reputasi dan kepercayaan bukan hanya sekadar mendapatkan label, tetapi kita harus mampu membuktikannya melalui kinerja yang nyata. Dengan maturitas level 4, manfaatnya sangat besar. Produk-produk kita akan lebih mudah diekspor.
Misalnya, ketika kita mengirim barang ke Jepang, maka mereka akan melakukan kunjungan untuk memeriksa Good Manufacturing Practice (GMP) di fasilitas kita. Pengaturan kunjungan ini membutuhkan waktu berbulan-bulan. Kita juga harus menanggung biaya kedatangan mereka. Belum lagi proses untuk mendapatkan surat izin edar di negara tersebut. Berbulan-bulan lagi waktunya. Dan kita hanya bisa menunggu, karena kita yang membutuhkan akses ke pasar mereka.
Namun, jika kita sudah setara dengan mereka (sama-sama di maturitas level 4), mereka tidak perlu datang lagi untuk melakukan pemeriksaan, karena kita sudah terpercaya. Ini berarti memotong waktu, meningkatkan kepercayaan, dan memungkinkan kita untuk mengekspor produk lebih cepat. Secara logis, ini berarti kita bisa memasarkan lebih banyak produk ke pasar internasional.
Menurut saya, ini juga salah satu cara menurunkan harga obat. Ketika jumlah obat terbatas, harganya cenderung naik. Misalnya, jika kebutuhan obat mencapai 100 juta, tetapi yang diproduksi hanya100 juta, harga pasti akan meningkat. Namun, jika kebutuhan 100 juta dan produksi mencapai 500 juta—di mana 400 juta di antaranya bisa lekas didapatkan — harga obat akan turun.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya