Dark/Light Mode

Bangun 3 Juta Rumah Butuh 53 Triliun, Ara Minta Tambahan Anggaran 48 Triliun

Minggu, 17 November 2024 08:12 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait. (Foto: Antara)
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara) menyebut, anggaran yang dibutuhkan untuk membangun tiga juta rumah mencapai Rp 53,6 triliun. Sementara, anggaran yang Pemerintah sediakan hanya Rp 5,1 triliun atau masih kurang Rp 48,5 triliun. Ara pun menemui Menteri Keuangan, Sri Mulyani, untuk meminta tambahannya.

Menurut Ara, anggaran yang disediakan Pemerintah jauh dari kata cukup untuk membangun tiga juta rumah. Hitungan Ara, butuh sekitar 10 kali lipat dari anggaran yang telah dialokasikan Menkeu. Sebab, berdasarkan usulan Satgas Perumahan, kebutuhan dana pembangunan mencapai Rp 53,6 triliun.

"Sehingga ada kebutuhan tambahan anggaran Rp 48,4 triliun. Kami berharap dukungan Kemenkeu dalam penganggaran Kementerian PKP," ujar Ara, Sabtu (16/11/2024).

Usulan penambahan anggaran itu sudah ia sampaikan bersama Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah dalam rapat koordinasi dengan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) I Suahasil Nazara di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Jumat (15/11/2024).

Baca juga : BNI Sumbang Rp77 Triliun ke Penerimaan Negara dalam 5 Tahun

Bukan hanya anggaran, Ara juga meminta bantuan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berupa Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten untuk mewujudkan program tiga juta rumah. "Bantuan pegawai Kemenkeu ini dibutuhkan agar program perumahan yang sudah direncanakan, bisa terkoordinasi dengan baik. Termasuk pengawasan anggaran dari pegawai Kementerian Keuangan," tuturnya.

Mantan politisi PDIP itu juga menaikkan target pembiayaan perumahan melalui instrumen Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Dari semula 220 ribu unit menjadi 800 ribu unit rumah subsidi.

Selain itu, pihaknya juga mendorong pendanaan KPR FLPP dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) serta perubahan proporsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan bank yang sebelumnya 75:50 menjadi 50:50. “Sehingga bisa menjangkau lebih banyak masyarakat untuk mengakses rumah subsidi," kata Ara.

Wakil Menteri PKP, Fahri Hamzah  mengatakan, pihaknya menyiapkan subsidi perumahan bagi masyarakat melalui program tiga juta rumah. Khususnya, bagi masyarakat yang bekerja di sektor informal.

Baca juga : Kejagung Siapkan 2 Hektar

Adapun skema dan strategi pembiayaannya masih dalam tahap penggodokan. Skema yang tengah disiapkan bertujuan melengkapi kekurangan penyaluran pembiayaan perumahan pada periode sebelumnya.

Usai bertemu jajaran Kemenkeu, Fahri berharap bantuan dari Sri Mul. "Kami mengharapkan dukungan dan masukan dari Kementerian Keuangan terkait dengan usulan program dan kebutuhan anggaran Kementerian PKP," katanya.

Bagaimana tanggapan Kemenkeu? Suahasil siap memberi dukungan kepada Ara Cs untuk mewujudkan program tiga juta rumah. Terlebih, program ini bersentuhan langsung dengan rakyat.

Apalagi, sektor properti bisa mendongkrak perekonomian. Selain membuka investasi, sektor ini bisa mendorong industri dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat luas.

Baca juga : Kebut 3 Juta Rumah, Menteri Ara Gandeng ATR Identifikasi Lahan

"Kami memberikan dukungan terhadap Program Kementerian PKP. Namun, kami akan berkoordinasi lebih lanjut mengenai kebutuhan anggaran yang diperlukan," kata Suahasil.

Bukan hanya Kemenkeu. Menteri BUMN Erick Thohir memastikan, kementeriannya akan all out mendukung program tersebut. Caranya, dengan memanfaatkan lahan milik BUMN.

"Kami menawarkan ke Pak Ara, beberapa aset BUMN sendiri. Memang nanti bekerja sama dengan Perumnas tentunya. Ini bisa kita maksimalkan juga," kata Erick di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (15/11/2024).

Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), Nailul Huda menilai, beban APBN cukup berat jika harus mengeluarkan anggaran Rp 53 triliun. "Program ini sebaiknya harus diseleraskan dengan program prioritas lainnya," usul Nailul saat dihubungi, tadi malam. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.