Dark/Light Mode

Digital Access, Perkuat Agenda Ekosistem Digital Inklusif di Indonesia Timur

Minggu, 17 November 2024 10:21 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Inggris Jakarta, melalui Program Digital Access Inggris, bekerja sama dengan mitra pelaksana lokal, BerdayaBareng, menyelenggarakan pelatihan literasi digital dan keuangan tahap ketiga untuk perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas (PwDs) di tiga wilayah baru di Indonesia Timur.

Ketiganya yakni, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Diluncurkan tahun 2022, program ini bertujuan menciptakan komunitas digital dan kreatif yang inklusif di Indonesia Timur dengan meningkatkan keterampilan digital dan akses teknologi bagi kelompok marginal.

Tahap sebelumnya telah menjangkau wilayah lain di Indonesia Timur, termasuk Makassar, Gowa, Maros, Manado, Kendari, Balikpapan, dan Samarinda.

Tahap ketiga ini melibatkan 10 fasilitator lokal dan 500 peserta yang telah mengikuti pelatihan daring pada Oktober 2024.

Pelatihan mencakup literasi digital dasar, pengembangan kreativitas, dan komunikasi efektif.

Baca juga : DEN Fokus Menjaga Ekonomi Indonesia

Program ini akan dilanjutkan dengan sesi tatap muka pada 11-15 November 2024, berfokus pada literasi digital dan keuangan tingkat menengah.

Dari 500 peserta, 100 di antaranya dipilih menjadi fasilitator untuk menyebarluaskan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh, menciptakan efek berantai di komunitas mereka.

Yang membedakan tahap ini dari sebelumnya adalah pendekatan pentahelix, dengan melibatkan ASN dalam pelatihan.

Partisipasi mereka diharapkan dapat menjembatani inisiatif transformasi digital antara pemerintah dan masyarakat, mendukung perubahan sistemik yang berkelanjutan.

Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Matthew Downing menyatakan, Program Digital Access Inggris mengakui peran penting akses dan literasi digital dalam memberdayakan kelompok marginal.

“Rangkaian pelatihan ini merupakan kelanjutan dari upaya kami menjembatani kesenjangan digital di Indonesia Timur,” tutur Downing.

Baca juga : PSSI Sukses Bangun Ekosistem Kondusif Pemain Diaspora

“Seiring dengan perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Inggris-Indonesia, saya berharap kolaborasi ini dapat memperkuat masa depan yang inklusif secara digital," imbuhnya.

Penjabat (Pj) Gubernur NTB Mayjen Purn Hasanuddin menilai, program ini sejalan dengan misi Pemerintah Provinsi NTB meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberdayakan komunitas yang belum mendapat akses optimal terhadap literasi digital dan keuangan.

"Kami berharap Program Digital Access ini memberikan manfaat berkelanjutan dan menjadi model untuk inisiatif di masa depan," harap Hasanudin.

Pj Gubernur NTT Dr. Andriko Noto Susanto mengatakan, kehadiran organisasi nonpemerintah mencerminkan kolaborasi untuk kesejahteraan masyarakat.

"Dengan semangat percepatan pertumbuhan ekonomi inklusif, kami mendukung solusi berbasis komunitas untuk mengatasi berbagai tantangan di NTT," ucapnya.

Pj Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Novalina menyampaikan Program Digital Access membuka peluang dan menciptakan lingkungan inklusif bagi masyarakat Sulteng.

Baca juga : HLF MSP dan IAF ke-2 Perkuat Posisi Indonesia dan Solidaritas Global

Pendekatan ini diharapkan memberi dampak langsung dan luas untuk pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Co-founder BerdayaBareng Pratiwi Hamdhana AM mengatakan, tahun ini, Program Digital Access memberikan dampak lebih luas.

Dengan memperluas jangkauan program ke NTT, NTB, dan Sulteng, pihaknya dapat menciptakan ekosistem digital yang memberdayakan perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas untuk berpartisipasi aktif dalam ekonomi digital.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.