Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Potensi Ekonominya Tinggi
Kemen Pariwisata Atur Strategi Hadapi Nataru
Senin, 25 November 2024 07:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meyakini, pergerakan wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara, selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), bisa menjadi salah satu penggerak roda perekonomian nasional. Sebab itu, mereka menyiapkan sejumlah strategi untuk memaksimalkan musim libur tahunan ini.
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa mengatakan, berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub), potensi pergerakan masyarakat secara nasional pada libur Nataru, masih terpusat di Pulau Jawa. Rinciannya, urai dia, Provinsi Jawa Tengah sebesar 17,1 persen, DI Yogyakarta 15,77 persen, Jawa Barat 11,78 persen, Jawa Timur 8,85 persen, dan Jabodetabek 10,34 persen.
"Kemudian, Sumatra Utara 5,7 persen, Bali 5,55 persen, Sumatra Barat 3,26 persen, Lampung 3,08 persen, dan Sulawesi Selatan 2,66 persen," ujar Ni Luh dalam keterangannya, dikutip Minggu (24/11/2024).
Baca juga : Pilbup Kabupaten Bandung Makin Hangat Dan Dinamis
Dia menegaskan, besarnya pergerakan wisatawan pada Nataru berbanding lurus dengan potensi ekonominya. Selama momen libur Nataru, lanjut Ni Luh, potensi ekonomi dari pergerakan wisatawan diperkirakan mencapai Rp 117,3 triliun.
"Itu dengan estimasi jumlah wisatawan pada Desember 2024 sebesar 78,2 juta perjalanan," imbuhnya.
Lebih lanjut, Ni Luh menyampaikan, atraksi wisata yang diprediksi paling dominan dikunjungi, ialah daerah pantai, danau, laut sebesar 58,6 persen. Kemudian, lanjut dia, pusat kuliner sebesar 54,8 persen, pegunungan atau perbukitan sebesar 50 persen, kebun binatang dan taman rekreasi 33,9 persen, dan desa wisata 28,4 persen.
Baca juga : Senayan Dorong PT Pindad Produksi Alutsista Unggulan
Dia pun menyampaikan sejumlah strategi yang disiapkan Kemenpar, untuk menyikapi besarnya potensi ekonomi pada pergerakan wisatawan selama Nataru. Pertama, kata Ni Luh, pihaknya telah menyusunan dan mensosialisasikan Surat Edaran (SE) Menteri Pariwisata tentang penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan, saat perayaan Nataru, melalui kolaborasi dengan berbagai stakeholder terkait dan Pemerintah Daerah (Pemda).
"Surat edaran ini akan disebarkan kepada para Kepala Daerah, khususnya Dinas Pariwisata di 38 provinsi, juga kepada asosiasi usaha pariwisata dan pengelola wisata. Kami akan menggelar rapat koordinasi di awal Desember 2024 setelah surat edaran ini disebarluaskan untuk memastikan kesiapan dari seluruh stakeholder terkait," jelas dia.
Strategi selanjutnya, sebut Ni Luh, melakukan visitasi destinasi wisata di beberapa lokasi yang diperkirakan berpotensi untuk dipadati wisatawan. "Kami terus memetakan destinasi mana saja yang perlu perhatian, seperti destinasi pantai di Banten. Kalau di Jakarta ada Ancol, Taman Safari di Puncak, kemudian di Bali kita lihat bagaimana kesiapan bandara untuk memastikan kedatangan wisatawan," imbuhnya.
Baca juga : Penerima Bansos Disisir Lagi Dan Kudu Ber-KTP DKI
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 25 November 2024 dengan judul Potensi Ekonominya Tinggi, Kemen Pariwisata Atur Strategi Hadapi Nataru
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya