Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kurangi Potensi Kecelakaan
Kemenhub Gelar Mudik Gratis
Sebelumnya
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Antoni Arif Priadi menambahkan, pelaksanaan program gratis kapal laut ini mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor KP-DJPL 704 Tahun 2024 tentang Penetapan Ruas Trayek Angkutan Laut untuk Program Tiket Gratis Selama Masa Libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
Antoni mengatakan, program ini bertujuan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang ingin melakukan perjalanan laut selama libur Nataru. “Tiket gratis ini diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya di wilayah terpencil dan pulau-pulau kecil, untuk merayakan Nataru bersama keluarga,” katanya.
Antoni menjelaskan, program ini menjadi solusi strategis untuk memfasilitasi mobilitas masyarakat di daerah-daerah terpencil, termasuk wilayah pulau-pulau kecil yang sering menghadapi tantangan akses transportasi.
Baca juga : Peran Timwas Intelijen Penting, Tapi Harus Jaga Rahasia Negara
Dengan adanya tiket gratis ini, ia berharap dapat membantu masyarakat yang membutuhkan transportasi laut sebagai sarana utama untuk bepergian selama libur Nataru.
Program ini juga sejalan dengan visi Kemenhub untuk terus meningkatkan konektivitas antarwilayah di Indonesia, mendukung pembangunan daerah, dan menciptakan pemerataan akses transportasi di seluruh Tanah Air.
Terpisah, Wakil Ketua Bidang Penguatan dan Pengembangan Kewilayahan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mendorong keselamatan dan keamanan transportasi jelang Nataru.
Baca juga : Usulan DPR Tuai Pro-Kontra
“Keselamatan menjadi faktor utama yang harus dijaga seluruh penyelenggara transportasi baik bus, kapal laut, pesawat udara, kereta api, tidak terkecuali angkutan penyeberangan,” katanya.
Djoko menilai, mobilitas masyarakat saat libur Nataru masih didominasi untuk kegiatan berwisata. Namun, sejumlah permasalahan angkutan pariwisata masih banyak terjadi, terutama untuk jenis angkutan bus pariwisata.
Menurutnya, masih banyak pengusaha angkutan pariwisata yang tidak mau mengurus izinnya. “Saat Nataru, mobilitas didominasi berwisata. Masih banyak perusahaan bus wisata belum melakukan risk journey,” ujarnya.
Baca juga : Jagoan Banteng Di Solo Roboh Setelah 24 Tahun
Di sisi lain, keterampilan pengemudi bus dalam mengenal jalan yang akan dilalui juga cenderung minim sehingga menyebabkan bus pariwisata melintasi jalanan yang tidak sesuai dengan ukuran bus.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.