Dark/Light Mode

Banyak Industri Ngeluh, Menperin Minta Kebijakan HGBT Segera Berlaku Lagi

Jumat, 17 Januari 2025 17:00 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Ist)
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, gas merupakan komponen utama dalam proses produksi dan bahan baku bagi sejumlah sektor industri. Dia pun mengaku, banyak industri yang mengeluh karena kebijakan harga gas murah belum jelas kelanjutannya.

Ia berharap, program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) dapat segera diberlakukan untuk memastikan kelancaran operasional pabrik-pabrik di Indonesia. 

Baca juga : Kantor PM Israel Bilang Kesepakatan Pembebasan Sandera Tercapai

“Saya kira program HGBT harus segera berlaku karena pabrik harus tetap berjalan. Gas yang dibutuhkan harus ada dan tersedia untuk memastikan keberlanjutan proses produksi,” ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/1/2025).

Agus juga menyoroti pentingnya kepastian suplai gas dengan harga yang kompetitif sebagai kunci keberlanjutan sektor industri. “Yang penting bagi industri itu adanya suplai gas yang terjamin dengan harga yang juga terjamin,” tambahnya.

Baca juga : Industri Minta Kebijakan Harga Gas Murah Diperpanjang, Ini Alasannya

Dia mengapresiasi pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bahwa 7 subsektor industri dipastikan tetap mendapatkan HGBT. "It's a good start,” ujarnya. 

Pemerintah, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), telah memastikan tujuh kelompok industri akan tetap mendapatkan manfaat dari program HGBT. Tujuh kelompok tersebut adalah: industri pupuk, industri petrokimia, industri oleokimia, industri baja, industri keramik, industri gelas kaca, industri sarung tangan karet

Baca juga : Virus HMPV Merebak Di China, Pemerintah Minta Masyarakat Tak Panik

Program HGBT adalah inisiatif pemerintah untuk memberikan harga gas murah di bawah 6 dolar AS per MMBTU bagi kelompok industri strategis tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.