Dark/Light Mode

Kunjungi Tokopedia, Wamenperin Minta Marketplace Prioritaskan Produk Lokal

Rabu, 22 Januari 2025 18:02 WIB
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengunjungi kantor pusat Tokopedia, di Jakarta, pada Rabu (22/1/2025). (Foto: Ist)
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengunjungi kantor pusat Tokopedia, di Jakarta, pada Rabu (22/1/2025). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penjualan produk-produk dalam negeri harus menjadi prioritas marketplace di Indonesia. 

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza, ketika berkunjung ke kantor pusat Tokopedia, di Jakarta, Rabu (22/1/2025).

Wamenperin mengatakan, saat ini penjualan di marketplace masih didominasi oleh produk impor. Fenomena ini disebabkan oleh visibilitas produk dalam negeri di berbagai platfom kerap kali kalah bersaing dari produk impor sejenis dengan harga yang lebih murah.

Karena itu, Wamenperin mendorong, seluruh marketplace untuk meningkatkan kampanye produk-produk dalam negeri, sehingga memberikan peluang bagi konsumen untuk melirik produk lokal hasil produksi industri kecil menengah (IKM) dibandingkan produk impor.

Baca juga : Kementerian UMKM Siapkan KUR Khusus Peralatan Produksi Rp 20 Triliun

"Produk lokal kita kualitasnya tidak kalah dari produk-produk impor. Karena itu marketplace perlu membantu tim untuk memeriksa setiap produk yang dijual oleh tenant," kata Wamenperin.

"Produk fashion dan sepatu kita misalnya, banyak yang punya kualitas yang lebih baik. Mereka ini yang harus diberi ruang, agar perlahan mindset masyarakat bahwa produk impor pasti lebih baik itu bisa terkikis dengan sendirinya," dia menambahkan.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan marketplace untuk mendongkrak penjualan produk-produk dalam negeri ialah dengan menyertakan identitas khusus ‘Made in Indonesia’ di setiap produk lokal, sehingga mudah dikenali oleh pengguna.

Selain itu, kata dia, marketplace yang selama ini menjadi pemain utama dalam perdagangan digital, didorong terus aktif memberikan pendampingan strategi pemasaran dan branding kepada IKM, agar mampu menghasilkan produk berkualitas dan mampu diterima oleh masyarakat.

Baca juga : Menperin Prioritaskan Empat Prinsip Keadilan

Begitu juga dengan event Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) sebagai bentuk ikhtiar pemerintah untuk mendorong masyarakat berbelanja daring melalui marketplace secara masif, menurut Wamen Faisol, harus tetap dipastikan untuk mengutamakan produk dalam negeri.

"Marketplace perlu mendampingi produsen produk dalam negeri supaya lebih berkualitas dan harganya lebih kompetitif. Marketplace juga harus membantu pemerintah menjadi garda depan untuk produk industri dalam negeri secara digital," ujar Wamenperin. 

Wamenperin optimistis, marketplace punya peran strategis untuk menjadi katalisator dalam memperluas jangkauan produk-produk dalam negeri kepada konsumen domestik bahkan dunia.

“Untuk itu, Kemenperin dan marketplace bisa meningkatkan sinergi melalui MoU, untuk mengutamakan dan memberikan identitas terhadap kehadiran produk dalam negeri di platform-platform tersebut,” ujar dia.

Baca juga : Virus HMPV Merebak Di China, Pemerintah Minta Masyarakat Tak Panik

Wamenperin menambahkan, perdagangan daring melalui marketplace di Indonesia cukup potensial. Laporan e-CONOMY SEA 2024 menyebutkan, tahun lalu Indonesia mencatatkan Gross Merchandise Value (GMV) total 90 miliar dolar AS atau Rp 1.420 triliun dari transaksi jual beli digital, dan 65 miliar dolar AS di antaranya berasal dari marketplace. Angka ini diperkirakan bertumbuh hingga 200-360 miliar dolar AS pada 2030.

"Karena itu, marketplace harus menjadi etalase utama produk-produk unggulan dalam negeri. Ini bukan sekadar nasionalisme, namun juga membangun ekosistem industri kecil menengah yang berkelanjutan dan berdaya saing global," kata Wamenperin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.