Dark/Light Mode

Genjot Pelatihan Kerja

Pemerintah Targetkan Kirim 425 Ribu PMI

Sabtu, 25 Januari 2025 07:30 WIB
Menteri P2MI Abdul Kadir Karding (kedua kanan) dan Menaker Yassierli (kedua kiri). (Foto: Umam/RM)
Menteri P2MI Abdul Kadir Karding (kedua kanan) dan Menaker Yassierli (kedua kiri). (Foto: Umam/RM)

 Sebelumnya 
Yassierli juga mendorong kerja sama dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan industri untuk mengoptimalkan capaian target pelatihan. Industri bisa menitipkan pekerja mereka di BLK untuk dilatih.

“Jadi berjenjang dari SMK ke Politeknik, dan di BLK sampai nanti mereka ditempatkan di tempat kerja,” tuturnya.

Terpisah, Anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati mendorong peningkatan perlindungan PMI seiring perubahan Badan P2MI menjadi Kementerian P2MI. Diingatkannya, kewenangan dan anggaran yang lebih besar harus sinkron dengan capaian perlindungan PMI yang lebih baik.

Baca juga : Kader Gerindra Wajib Tuntaskan Janji Prabowo

Perubahan ini, kata Kurniasih, diharapkan membawa dampak signifikan dengan penguatan kewenangan dan peningkatan anggaran yang lebih memadai.

Menurutnya, sebagai negara dengan lebih dari 5 juta pekerja migran yang tersebar di berbagai belahan dunia, sudah saatnya Indonesia memiliki kementerian khusus yang fokus pada perlindungan PMI.

“Transformasi ini bukan hanya soal perubahan nama, tapi untuk memastikan PMI mendapatkan perlindungan maksimal dari hulu ke hilir,” ingatnya.

Baca juga : Peserta Dan Non Peserta BPJS Bisa Skrining Kesehatan Gratis

Kurniasih menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi PMI, termasuk dominasi pekerja migran berketerampilan rendah (low skilled) sebesar 80 persen dari total PMI, yang rentan terhadap eksploitasi dan pelanggaran hak.

Selain itu, rendahnya rasio realisasi penempatan PMI sebesar 19,73 persen dibandingkan total job order menunjukkan perlunya reformasi signifikan dalam tata kelola penempatan dan perlindungan PMI.

“Transformasi ini harus mampu menghadirkan solusi konkret, seperti perbaikan regulasi, digitalisasi layanan, penguatan karakter PMI melalui pelatihan, serta pemberdayaan ekonomi PMI pasca penempatan,” imbaunya.

Baca juga : Pilpres-Pileg Dipisah, Pilgub Lewat DPRD

Kurniasih menambahkan, Kementerian P2MI juga harus lebih responsif terhadap permasalahan yang terjadi terhadap PMI baik sebelum, saat berada di negara penempatan dan saat menjadi purna pekerja migran. KPJ

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Sabtu, 25 Januari 2025 dengan judul "Genjot Pelatihan Kerja, Pemerintah Targetkan Kirim 425 Ribu PMI"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.