Dark/Light Mode

Genjot Transisi Energi Bersih

Airlangga Gandeng UEA

Kamis, 13 Februari 2025 07:20 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (ketiga kiri) bersama Menteri Energi dan Infrastruktur Persatuan Emirat Arab (PEA) Suhail Mohamed Al Mazrouei (ketiga kanan), Sesmenko Susiwijono Moegiarso (kiri), Duta Besar RI untuk PEA Husin Bagis (kedua kiri) dan Konsul Jenderal RI di Dubai Denny Lesmana (kanan),saat rangkaian kunjungan ke Dubai menghadiri acara World Governments Summit 2025, Selasa (11/2/2025).
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (ketiga kiri) bersama Menteri Energi dan Infrastruktur Persatuan Emirat Arab (PEA) Suhail Mohamed Al Mazrouei (ketiga kanan), Sesmenko Susiwijono Moegiarso (kiri), Duta Besar RI untuk PEA Husin Bagis (kedua kiri) dan Konsul Jenderal RI di Dubai Denny Lesmana (kanan),saat rangkaian kunjungan ke Dubai menghadiri acara World Governments Summit 2025, Selasa (11/2/2025).

 Sebelumnya 
“Kita harus berpikir besar, bukan hanya dalam skala Mega Watt (MW) tapi sudah dalam Giga Watt (GW). Dengan energi yang cukup, kita bisa menciptakan berbagai peluang industri baru,” katanya.

Airlangga juga menekankan, Pemerintah Indonesia sangat terbuka terhadap investasi yang mendukung transisi energi hijau serta mendukung tercapainya target penguatan pemenuhan kebutuhan energi nasional.

Sebagai salah satu investor terbesar di Indonesia, kata Airlangga, UEA aktif mendanai proyek infrastruktur dan energi hijau.

Baca juga : OSO: Pembangunan Butuh Dukungan Semua Pihak

Salah satu kerja sama monumental adalah pembangunan PLTS Cirata di Jawa Barat, yang menjadi pembangkit listrik tenaga surya terbesar di Asia Tenggara.

“Dukungan UEA terhadap pembangunan infrastruktur strategis seperti jalan tol dan pelabuhan, termasuk melalui Abu Dhabi Growth Fund, sangat kami apresiasi,” ujarnya.

Terpisah, Direktur Eksekutif ReforMiner Komaidi Notonegoro mendukung rencana kerja sama Indonesia dan UEA, khususnya di sektor energi bersih.

Baca juga : Mantan Direksi PPSJ Didakwa Rugikan Negara Rp 224 Miliar

Apalagi, kata Komaidi, Indonesia sangat memerlukan investasi dari negara lain untuk mempercepat transisi energi. Menurutnya, jika hanya mengandalkan kekuatan domestik, hasilnya kurang optimal.

Jika investasi masuk, secara otomatis beberapa variabel akan tercipta, seperti penyerapan tenaga kerja yang akan diminati domestik.

“Kemudian, nilai tambah ekonomi juga akan tercipta di dalam negeri. Sebetulnya, kebutuhan utamanya ada di investasi,” tuturnya.

Baca juga : Mendag Ajak Dubes Perluas Pasar Ekspor

Komaidi menilai, modal investor asing memfasilitasi perkembangan pesat pembangunan infrastruktur energi terbarukan dan mendorong transfer teknologi.

“Selain itu, juga memungkinkan Indonesia memanfaatkan potensi energi terbarukan yang sangat besar,” tandasnya. KPJ

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Kamis, 13 Februari 2025 dengan judul "Genjot Transisi Energi Bersih Airlangga Gandeng UEA"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.