Dark/Light Mode

SKK Migas, PEP Papua, dan BBKSDA Papua Barat Selamatkan Satwa Endemik

Jumat, 14 Februari 2025 19:59 WIB
SKK Migas dan Pertamina EP Papua Field (PEP Papua) Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina meresmikan kandang habituasi kasuari dan kanguru tanah sebagai bentuk komitmen dalam menyelamatkan satwa endemik Papua.
SKK Migas dan Pertamina EP Papua Field (PEP Papua) Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina meresmikan kandang habituasi kasuari dan kanguru tanah sebagai bentuk komitmen dalam menyelamatkan satwa endemik Papua.

RM.id  Rakyat Merdeka - SKK Migas dan Pertamina EP Papua Field (PEP Papua) Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina meresmikan kandang habituasi kasuari dan kanguru tanah sebagai bentuk komitmen dalam menyelamatkan satwa endemik Papua, pada Selasa (4/2).

Peresmian ini berlangsung di area kantor Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat dan dihadiri oleh Kepala BBKSDA Papua Barat Johny Santoso, Pjs Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Papua dan Maluku (SKK Migas Pamalu) Galih W. Agusetiawan, General Manager Zona 14 PEP Dadang Soewargono, dan Manager PEP Papua Ardi.

Kepala BBKSDA Papua Barat Johny Santoso menjelaskan bahwa kandang habituasi ini terdiri dari kandang kasuari berukuran 18 x 12 meter serta kandang kanguru tanah berukuran 4 x 2 meter.

Baca juga : Barantin Selamatkan Petani

Program ini merupakan kolaborasi antara SKK Migas, PEP Papua, dan BBKSDA Papua Barat dalam upaya konservasi satwa liar. 

"Perdagangan dan penyelundupan satwa, khususnya kasuari dan kanguru tanah yang merupakan hewan endemik Papua, masih marak terjadi. Satwa hasil penyelamatan cenderung kehilangan sifat alamiahnya, sehingga memerlukan proses rehabilitasi untuk mengembalikan naluri bertahan hidup mereka. Kandang ini berfungsi sebagai tempat transit untuk proses habituasi sebelum dilepasliarkan kembali ke habitatnya," ujar Johny.

Ia juga mengajak semua pihak untuk turut mencegah perdagangan satwa endemik, terutama di jalur penerbangan dan pelabuhan dari dan ke luar Sorong.

Baca juga : Trump Nggak Menjamin Gencatan Senjata Awet

Galih W. Agusetiawan menambahkan, kandang ini mampu menampung hingga 12 ekor kasuari berusia 1-2 tahun dan sekitar 8 ekor kanguru tanah. 

"Industri hulu migas tidak hanya beroperasi untuk memenuhi target energi nasional, tetapi juga berkolaborasi dalam mendukung visi dan misi BBKSDA Papua Barat dalam penyelamatan satwa endemik," ujar Galih.

Sementara itu, Dadang Soewargono menegaskan, kandang habituasi ini merupakan wujud nyata kolaborasi dalam menjaga keanekaragaman hayati, khususnya satwa liar Papua. 

Baca juga : Gandeng BUMD Papua Barat, PGN Maksimalkan Alokasi LNG Tangguh

Kandang habituasi ini juga menjadi salah satu program inovasi PROPER 2024, khususnya dalam aspek keanekaragaman hayati, dengan judul PASTI LESTARI (Penyelamatan Satwa Langka Kasuari melalui Metode Habituasi Imprinting).

"Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 15 tentang Ekosistem Daratan dan nomor 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan," ungkap Dadang.

Dengan adanya kandang habituasi ini, diharapkan lebih banyak satwa endemik Papua yang berhasil diselamatkan, direhabilitasi, dan dikembalikan ke alam liar, sehingga kelestarian spesies dapat terus terjaga.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.