Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kendalikan Harga Bahan Pokok, Kemenperin Naikkan Pasokan Dua Kali Lipat
Jumat, 14 Maret 2025 10:08 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah terus berupaya memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok di masyarakat, terutama selama bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri. Salah satu langkah yang diambil adalah menggandakan jumlah distribusi bahan pokok, termasuk minyak goreng, menjadi dua kali lipat dari biasanya.
“Atas instruksi Bapak Presiden dan juga hasil rapat koordinasi terbatas (rakortas), jumlah distribusi bahan pokok yang biasanya 250 ribu ton, bulan Ramadhan ini menjadi 500 ribu ton,” ujar Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, dalam acara penutupan Bazar Ramadhan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenperin di Jakarta, Kamis (13/3).
Putu menambahkan, pemerintah juga mendorong kerja sama antara Bulog, ID FOOD, dan PT Telkom untuk memperpendek rantai distribusi bahan pokok, sehingga harga yang diterima konsumen bisa lebih rendah. “Semakin pendek rantainya, maka harga akan bisa diturunkan. Mudah-mudahan langkah ini dapat membantu masyarakat,” katanya.
Baca juga : Menteri ESDM Dan Dirut Pertamina Tinjau Pasokan BBM-LPG Di Banten
Di sisi lain, sektor manufaktur Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif sejak awal tahun 2025. Purchasing Manager Index (PMI) tercatat di angka 53,6 pada Februari 2025, naik 1,7 poin dibanding Januari 2025. Indeks Kepercayaan Industri (IKI) juga mengalami peningkatan menjadi 53,15. Tingginya angka ini dipengaruhi oleh lonjakan permintaan produk industri menjelang Lebaran.
Untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok, Kementerian Perindustrian menggelar Bazar Ramadhan bertajuk “Belanja Murah, Rezeki Berlimpah di Bulan Penuh Berkah”. Acara yang rutin digelar oleh DWP Kemenperin ini menjadi salah satu upaya dalam menyediakan produk-produk dalam negeri dengan harga terjangkau.
Selama tiga hari pelaksanaan Bazar Ramadhan (11-13 Maret 2025), transaksi yang terjadi mencapai Rp600 juta. “Angka ini menunjukkan bahwa bazar Ramadhan DWP mampu menggerakkan ekonomi di lingkungan Kemenperin,” ujar Ketua Panitia Bazar Ramadhan, Hirda Rum.
Baca juga : Kendalikan Populasi, Jakarta Targetkan Sterilisasi 21 Ribu Kucing Liar
Bazar yang terselenggara atas kerja sama dengan PT Global Digital Niaga (Blibli.com) sebagai sponsor utama ini diikuti oleh 68 booth, termasuk 25 perusahaan sponsor, koperasi Kementerian Pertanian, 30 Industri Kecil Menengah (IKM), serta delapan perusahaan peserta reguler.
Ketua DWP Kemenperin, Irma Eko S.A Cahyanto, mengatakan bahwa produk yang tersedia dalam bazar meliputi bahan pangan, pakaian, elektronika, perlengkapan rumah tangga, hingga kendaraan bermotor dan produk perbankan. “Produk-produk ini merupakan kebutuhan utama masyarakat selama bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran,” ungkapnya.
Selain berbelanja, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai kegiatan, seperti workshop dan undian hadiah harian. Pada hari penutupan, dilakukan penarikan hadiah utama dan penyerahan Tali Kasih dari sponsor kepada 850 penerima, termasuk teknisi, petugas kebersihan, petugas keamanan, ASN golongan I dan II, serta pegawai di lingkungan Kemenperin Jakarta dan Bogor.
Baca juga : PT Perindo Siapkan Langkah Strategis Amankan Pasokan Ikan Hadapi Idul Fitri
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini, dari tahap persiapan hingga pendistribusian. Semoga niat baik kita dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya,” tutup Irma.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya