Dark/Light Mode

Komisi VI Raker Dengan ID Food

DPR Beri Catatan Konstruktif

Selasa, 25 Maret 2025 07:10 WIB
Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto. (Foto: Instagram/darmadidurianto)
Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto. (Foto: Instagram/darmadidurianto)

RM.id  Rakyat Merdeka - DPR mengungkapkan kekhawatirannya atas laporan keuangan BUMN Pangan, ID Food, yang masih terjebak dalam masalah utang besar dan kinerja yang tidak stabil.

Utang perusahaan ini tercatat mencapai Rp 7,4 triliun per Februari 2025, sementara pencapaian laba dan pendapatannya mengalami fluktuasi tajam. Kondisi ini memunculkan anggapan bahwa ID Food sebagai perusahaan tidak berada dalam kondisi yang sehat.

Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto menyambut baik penunjukan Ghimoyo sebagai Direktur Utama (Dirut) ID Food yang baru. Namun, Darmadi mengingatkan bahwa Ghimoyo harus dapat menyesuaikan diri dengan perbedaan budaya kerja antara perusahaan swasta yang dipimpin sebelumnya dengan perusahaan plat merah seperti ID Food.

Baca juga : Wow, LRT Jabodebek Kerek Harga Properti

Darmadi menekankan pentingnya kemampuan Ghimoyo dalam mengatasi tantangan budaya ini untuk memperbaiki kinerja perusahaan.

“Budaya kerja yang ada di ID Food berbeda dengan yang ada di perusahaan swasta. Kami berharap Bapak Ghimoyo dapat segera beradaptasi dan mengatasi perbedaan ini,” ujar Darmadi dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/3/2025).

Keuangan ID Food juga menunjukkan ketidakstabilan yang signifikan. Pendapatan perusahaan pada 2023 tercatat Rp 15,2 triliun, tapi melonjak drastis menjadi Rp 18,3 triliun pada 2024

Baca juga : Inflasi Terkendali, Daya Beli Terjaga

Tahun ini, ID Food menargetkan pendapatan sebesar Rp27 triliun, sebuah lonjakan yang dianggap tidak realistis dan mengindikasikan ketidaknormalan dalam pertumbuhan perusahaan. Begitu pula dengan laba yang tidak konsisten. Setelah mengalami kerugian sebesar Rp 234 miliar pada 2023, ID Food mencatatkan laba Rp 92 miliar pada 2024.

Untuk 2025, ID Food menargetkan laba sebesar Rp 621 miliar. Darmadi menilai lonjakan laba yang begitu tinggi sangat tidak wajar dan meminta Ghimoyo untuk segera mencari akar masalah dari ketidakstabilan ini.

Darmadi mengingatkan Ghimoyo fokus pada perbaikan profitabilitas agar target laba sebesar Rp 621 miliar dapat tercapai dan kondisi keuangan perusahaan dapat membaik.

Baca juga : Ditinggal Mudik, Jakarta Rawan Diamuk Kebakaran

Darmadi juga melihat adanya peluang besar untuk memperbaiki kondisi keuangan ID Food melalui penugasan impor bawang putih. Saat ini, impor bawang putih sepenuhnya dilakukan oleh sektor swasta, tapi Darmadi menyarankan agar tugas ini diserahkan kepada ID Food, yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan perusahaan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.