Dark/Light Mode

Targetkan 4 Juta Ton Produksi Tambahan

Kementan dan Polri Mantapkan Sinergi Menuju Swasembada Jagung 2025

Minggu, 6 April 2025 15:14 WIB
Foto: Divhumas Polri.
Foto: Divhumas Polri.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Polri melalui Gugus Tugas Polri Mendukung Ketahanan Pangan, menggelar rapat analisis dan evaluasi (Anev) secara daring.

Rapat ini terkait percepatan pencapaian target tambahan produksi jagung nasional sebanyak 4 juta ton pada tahun ini.

Rapat yang dimulai pukul 14.00 WIB ini diikuti jajaran Kementan, Gugus Tugas Polri tingkat Mabes hingga Polda Papua.

Agenda utamanya, membahas evaluasi rutin pelaksanaan program penanaman jagung 1 juta hektar di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Yudi Sastro menyampaikan, sebagai leading sector mencapai ketahanan pangan, Kementan telah memetakan potensi lahan serta menyiapkan bantuan benih, pupuk dan alat mesin pertanian, serta pendampingan teknis dari Tim BSIP.

“Kementan juga tengah menyusun juknis teknis penanaman jagung serta bantuan pengadaan 10 unit traktor roda dua untuk mempercepat realisasi penanaman jagung di daerah,” terang Yudi.

Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan jangkauan kelembagaan hingga tingkat desa.

Baca juga : Polri Siapkan Strategi Jalan Tol Fungsional

Oleh karena itu, peran Polri menjadi krusial, sebagai jembatan penghubung dan menggerakkan kelompok tani untuk ikut menanam jagung.

Dengan dukungan kelembagaan hingga Polsek dan Bhabinkamtibmas, Polri memainkan peran strategis dalam memfasilitasi pembentukan kelompok tani, membantu komunikasi antara kelompok tani dan dinas pertanian, serta melakukan pengawasan distribusi bantuan agar tepat sasaran.

"Kementan sebagai leading sector ketahanan pangan berterima kasih atas dukungan Polri dalam program penanaman jagung ini,” tutur Yudi.

Dalam Anev ini juga dibahas permasalahan yang terjadi di Kampung Aib, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura, Papua.

Di sana, jagung yang ditanam tumbuh tidak normal karena terdapat kesalahan dalam penanganan awal. Selain itu, juga karena curah hujan yang tinggi.

"Kami evaluasi dengan menurunkan penyuluh pertanian dan tim BSIP (Badan Standardisasi Instrumen Pertanian) untuk penyaluran Alsintan yang mendukung penanaman jagung di lokasi,” tutur Yudi.

Wakil Ketua Gugus Tugas Polri Brigjen Langgeng Purnomo mengungkapkan dalam program ini, Polri bukan pelaksana, bukan pendamping teknis, dan juga bukan pemodal. Tetapi, Polri hadir sebagai penggerak, fasilitator dan pengawal.

Baca juga : Mendikdasmen Apresiasi Gerakan Santri Menulis 2025

"Agar bantuan dari negara melalui Kementan dapat tersalurkan tepat sasaran hingga sampai ke petani dan tidak disalahgunakan,” tegas Langgeng.

Fokus kerja Polri dalam program ini adalah Program Pemanfaatan Lahan Produktif yang mencakup dua metode penanaman pola monokultur oleh Poktan dan pola tumpang sari di lahan tanaman belum menghasilkan oleh perusahaan mitra.

Pola tumpang sari difokuskan pada lahan tanaman belum menghasilkan (TBM) milik perusahaan swasta, PTPN, Perhutani, dan mitra lainnya.

Dia menjelaskan, sistem pengawasan dilaksanakan melalui Aplikasi Gugus Tugas Polri Mendukung Ketahanan Pangan.

Aplikasi ini menjadi inovasi digital yang memungkinkan monitoring secara real-time terhadap distribusi bantuan, pendataan lahan hingga evaluasi program.

Peran strategis ini dilaksanakan dengan tetap menjaga koordinasi bersama dinas pertanian setempat agar semua program berjalan secara terukur dan tepat sasaran.

Target tambahan 1 juta hektar lahan yang menghasilkan 4 Juta Ton jagung akan direalisasikan dalam satu tahun di seluruh Indonesia, dengan hasil panen dijamin akan diserap oleh BULOG melalui MoU penyerapan sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Baca juga : Pertamina Uji Coba Produksi Bioavtur dari Minyak Jelantah pada 2025

Polri membantu membentuk dan mengaktifkan kelompok tani, memfasilitasi penyusunan proposal bantuan ke Kementan, serta melakukan pendampingan komunikasi antara petani dan dinas pertanian setempat.

Distribusi bantuan dipantau melalui Aplikasi Gugus Tugas Polri Mendukung Ketahanan Pangan agar tepat sasaran dan transparan.

"Sinergi ini adalah bentuk nyata peran Polri dalam mendukung agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045," ujar Langgeng.

Melalui sinergi erat antara Kementan dan Polri, pemerintah berharap target tambahan produksi jagung nasional pada tahun 2025 dapat tercapai secara kuantitatif.

Sehingga, mampu memperkuat ketahanan pangan, membuka lapangan kerja, dan dapat membangun kemandirian masyarakat yang dimulai dari desa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.