Dark/Light Mode

Turun Ke Sawah, Ikut Panen Serentak di 14 Provinsi, Prabowo: Stok Beras Melimpah

Selasa, 8 April 2025 08:29 WIB
Presiden Prabowo Subianto mengemudikan combine harvester saat panen raya di Majalengka, Jawa Barat, Senin (7/4/2025). (Foto: Instagram Setkab)
Presiden Prabowo Subianto mengemudikan combine harvester saat panen raya di Majalengka, Jawa Barat, Senin (7/4/2025). (Foto: Instagram Setkab)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto turun ke sawah ikut panen raya yang diikuti para petani secara serentak di 14 provinsi, Senin (7/4/2025). Prabowo senang, karena stok beras di dalam negeri begitu melimpah.

Pusat kegiatan panen raya tahun ini bertempat di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Prabowo berangkat ke Majalengka menaiki Helikopter Caracal TNI Angkatan Udara dari Halim Perdanakusuma, Jakarta. Ikut menyambut Prabowo juga para menteri Kabinet Merah Putih (KMP).

Helikopter yang dinaiki Prabowo mendarat di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Dari Kertajati, Prabowo melanjutkan perjalanannya menggunakan mobil Garuda Maung ke lokasi panen raya. Di lokasi, Prabowo mendapat sambutan antusias dari para petani. 

Melihat hamparan sawah yang sudah menguning, Prabowo kemudian turun melakukan panen padi menggunakan alat panen modern combine harvester. Dibantu pemandu, Prabowo perlahan menaiki combine. Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman ikut naik ke alat tersebut. 

Kepada Prabowo, pemandu terlebih dulu mengenalkan fungsi tombol yang tersedia pada combine. Prabowo menyimaknya dengan fokus.

Setelah mengetahui cara mengemudikan combine, Prabowo lalu menyalakan mesin. Combine kemudian berjalan sambil "mengarit" batang-batang padi, kemudian memasukkan biji-bijinya ke alat pemanen modern. 

Prabowo tampak asyik mengemudi combine. Kepala Negara mengemudi maju mundur combine untuk memanen padi-padi di sekitarnya. Sesekali, Prabowo menaikkan dan menurunkan alat panen yang berada di sisi depan combine harvester.

Baca juga : 55 Persen Pemudik Telah Kembali Ke Jabodetabek

Beres menjajal combine, Prabowo mengangkat topi dan melambaikannya ke arah para petani yang hadir. Setelah itu, Prabowo menyaksikan secara langsung proses transaksi pembelian gabah petani oleh Perum Bulog. Selanjutnya, Prabowo bersama petani di 14 provinsi yang tersambung secara ritual melakukan dialog. Kehadiran petani dari 14 provinsi didampingi kepala daerah masing-masing. 

Dalam kesempatan ini, Prabowo memperoleh laporan tentang peningkatan jumlah panen raya tahun ini. Prabowo gembira harga gabah milik petani mengalami kenaikan menjadi Rp 6.500 per kilogram (kg). Terlebih, adanya informasi tentang peningkatan panen dengan teknik baru yang menghasilkan 10 ton per hektare (ha) dari yang sebelumnya 7 ton. 

Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menjaga stabilitas nasional selama Ramadan hingga Idul Fitri. Termasuk peran petani yang sukses menyediakan pangan dengan baik.

"Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara. Saya katakan berkali-kali, bertahun-tahun, tanpa pangan, tidak ada negara. Tanpa pangan, tidak ada NKRI," ucap Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Presiden juga menyatakan kebahagiaannya karena pada Ramadan dan Idul Fitri tahun ini, harga-harga pangan terkendali, stabil, dan terjangkau. Ia menilai, keberhasilan ini merupakan buah dari kerja nyata seluruh jajaran pemerintahan dan para petani di seluruh pelosok negeri.

“Banyak negara saat ini kekurangan beras, harga pangan menjulang. Bahkan di negara terkaya sekalipun, telur langka. Tapi kita, alhamdulillah, sekarang ekspor telur dan harganya turun. Ini berkat kerja keras semua pihak. Ini hasil kebijakan yang masuk akal dan kesungguhan kita untuk membela rakyat,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden lalu mengapresiasi kinerja tim sektor pertanian yang bekerja langsung di lapangan untuk memastikan pasokan dan produksi pangan tetap terjaga. Bahkan meningkat di tengah tantangan global.

Baca juga : Bupati Indramayu Bisa Diberhentikan 3 Bulan

"Setiap kali saya cari, beliau ada di sawah, ada di daerah. Satu hari di Kalimantan Barat, besoknya di Merauke, lusanya di Lampung. Inilah menteri-menteri kabinet kita, semuanya bekerja keras, semuanya turun ke lapangan," puji Prabowo kepada pada menteri sektor pangan.

Prabowo bertekad, bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, bekerja lebih keras dan lebih baik guna mengubah hidup para petani menjadi semakin sejahtera. “Saya senang laporan dari Gubernur Jawa Timur, Bupati Ngawi petaninya melaporkan bahwa hasil produksi meningkat,” imbuhnya.

Untuk membantu petani meningkatkan hasil panen, Prabowo meminta kepada Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman segera mengirimkan bantuan alat-alat canggih ke petani.

“Kita tindak lanjut permintaan untuk tambahan traktor dan combine. Mentan bisik-bisik ke saya, 'masih Pak, masih ada'. Kita akan segera kirim dan kita akan cari yang bisa kita bantu kita akan kirim alat tersebut,” tutur Prabowo.

Di kesempatan sama, Amran Sulaiman menyampaikan ucapan terima kasih kepada Prabowo atas kebijakan dan dukungan penuh terhadap sektor pertanian nasional. Amran menegaskan, capaian saat ini adalah hasil kolaborasi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. 

Amran menyebutkan, saat ini harga gabah sudah mencapai Rp 6.500 per kilogram. Kenaikan ini sangat membahagiakan petani dan menjadi bukti nyata dari hasil kebijakan Presiden yang pro petani. "Ada 100 juta petani yang menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden. Mereka juga mengapresiasi kebijakan pupuk yang kini jauh lebih sederhana," imbuh Amran.

Instruksi Presiden (Inpres) tentang penyaluran pupuk bersubsidi memudahkan petani. Kata Amran, dulu, penyaluran pupuk subsidi harus ditandatangani oleh 12 menteri, 38 gubernur, dan 500-an kepala daerah.

Baca juga : Pertamina Bantu Kerek Daya Beli Masyarakat

"Sekarang, berkat Inpres yang Bapak tandatangani, distribusi pupuk bisa langsung dari Kementan ke pabrik, lalu ke kelompok tani. Ini adalah revolusi di sektor pertanian,” terang Amran. 

Amran juga melaporkan program pompanisasi mampu meningkatkan produksi di Pulau Jawa hingga 2,8 juta ton. Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi gabah nasional periode Januari-Maret 2025 telah mencapai 52 persen dari total target tahunan. Selain itu, Amran juga mengapresiasi serapan gabah oleh Bulog yang meningkat signifikan.

“Serapan Bulog meningkat 2.000 persen. Dulu hanya 35.000 ton, sekarang mencapai 800.000 ton," rinci Amran.

Saat ini, dijelaskan Amran, stok beras nasional di gudang Bulog telah mencapai 2,4 juta ton. Ke depannya diprediksi tembus 3 juta ton di akhir bulan, angka tertinggi dalam 10-20 tahun terakhir.

“Alhamdulillah, ini semua buah dari sinergi dan kepemimpinan Bapak Presiden. Dari benih, alat mesin pertanian, pompanisasi, cetak sawah, HPP (harga pembelian pemerintah), sampai serapan Bulog sudah berjalan dengan baik. Kini yang sedang berproses adalah pembangunan dan normalisasi irigasi seluas 2 juta hektare bersama Menteri Pekerjaan Umum," pungkas Amran.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.