Dark/Light Mode

PCO Beberkan Capaian Prabowo, Mulai Dari MBG, CKG Hingga DTSEN

Senin, 12 Mei 2025 13:21 WIB
Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan Ujang Komarudin dalam Diskusi Publik bertema “Komunikasi Merah Putih” yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-64 Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), di Jakarta, Minggu (11/5/2025). (Foto: Ist)
Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan Ujang Komarudin dalam Diskusi Publik bertema “Komunikasi Merah Putih” yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-64 Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), di Jakarta, Minggu (11/5/2025). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Ujang Komarudin memaparkan sejumlah capaian penting yang telah diraih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam tujuh bulan terakhir. Menurut Ujang, banyak langkah luar biasa telah dilakukan. Mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), hingga peluncuran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang mengintegrasikan berbagai data kementerian.

Hal tersebut disampaikan Ujang dalam Diskusi Publik bertema “Komunikasi Merah Putih” yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-64 Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), di Jakarta, Minggu (11/5/2025). Hadir sebagai narasumber Founder Drone Emprit Ismail Fahmi, serta Plt. Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Muhammad Saifulloh. 

Dalam paparannya, Ujang menyebut berbagai program unggulan Presiden telah menjangkau lebih dari 10 juta penerima manfaat. Misalnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah menjangkau lebih dari 3 juta penerima manfaat. Mulai dari anak-anak sekolah hingga ibu hamil dan menyusui.  

Baca juga : Cuaca Besok Di Bekasi Dominan Cerah Dan Cerah Berawan, Ini Info BMKG Lengkap

Program MBG, kata Ujang, bahkan mendapat perhatian internasional khususnya dari filantropi asal Amerika Serikat Bill Gates. “Bill Gates datang langsung mengapresiasi. Ini jadi sinyal bahwa program kita diakui dunia,” ungkapnya

Meski demikian, ia tak menampik adanya kekurangan dalam pelaksanaan sejumlah program seperti kasus keracunan makanan dalam program MBG. Namun, menurutnya, hal itu sudah direspons cepat oleh Menteri Kesehatan dan dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan.

Ujang melanjutkan, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang baru diluncurkan juga sudah dinikmati lebih dari 3 juta warga. Di bidang ekonomi dan infrastruktur, Ujang merinci sejumlah capaian penting, seperti pendirian Super Holding dan Bank Emas, produksi beras tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, efisiensi anggaran hingga Rp 300 triliun, penghapusan utang 19 ribu UMKM, hingga penurunan biaya haji Rp 4 juta.

Baca juga : Sejalan Asta Cita Prabowo, Menperin Tancap Gas Kembangkan Ekosistem EV

Ujang kemudian mengungkapkan reformasi besar dalam pendataan sosial melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Menurutnya, konsolidasi data ini menjadi terobosan penting untuk memastikan keakuratan dalam penyaluran bantuan sosial dan subsidi. Sayangnya, kata Ujang, banyak program strategis yang telah dijalankan Presiden Prabowo Subianto selama ini belum banyak diketahui masyarakat.

“Seringkali masyarakat tidak tahu, tidak paham apa saja yang sudah dilakukan pemerintah. Akibatnya, muncul banyak serangan dan nyinyiran. Kritik itu sah dan wajar dalam negara demokrasi. Namun jangan sampai ditambahi narasi disinformasi, fitnah dan kebencian,” ujarnya.  

Ujang menekankan, keberhasilan-keberhasilan tersebut sering kali tenggelam dalam perdebatan di media sosial yang cenderung gaduh dan kurang substansial. Ia menyesalkan narasi negatif lebih cepat menyebar dibanding informasi faktual yang berbasis data. “Sayangnya, yang muncul di ruang publik justru lebih banyak serangan daripada substansi pembangunan,” katanya.

Baca juga : PKS Luruskan Pernyataan Mardani soal Matahari Kembar

Menurut Ujang, banyak keberhasilan pemerintah yang tenggelam karena kurangnya komunikasi yang baik. “Kalau gol sudah dicetak tapi tidak disiarkan, publik bisa salah paham. Yang muncul malah isu dangkal,” ucapnya. Ujang juga menyoroti fenomena media sosial di Tanah Air yang menurutnya “termasuk paling tidak sopan secara global”. Ia mengajak semua pihak merenungkan hal ini demi menciptakan ruang publik yang sehat dan produktif. 

Ia juga mengutip hasil survei yang menyebutkan bahwa netizen Indonesia dikenal sebagai yang paling tidak sopan di dunia digital. Menurutnya, ini menjadi cerminan bahwa komunikasi publik perlu diperbaiki, baik oleh pemerintah maupun masyarakat sipil.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.