Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RSUD Nias Barat Naik Kelas
Menkes Wajibkan Layani 5 Penyakit Mematikan
Minggu, 13 Juli 2025 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama peningkatan kelas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama Nias Barat dari Tipe D ke Tipe C.
BGS-sapaan akrab Budi Gunadi Sadikin mengatakan, peningkatan kelas RSUD Pratama Nias Barat agar mampu menangani 5 penyakit mematikan. Yakni stroke, jantung, kanker, gagal ginjal, serta kematian ibu dan anak.
“Karena 5 penyakit ini adalah penyebab kematian paling tinggi. Kalau bisa ditangani dan diselesaikan di sini, tidak perlu dirujuk ke Gunungsitoli apalagi ke Medan yang jaraknya sangat jauh,” tegas Menkes dalam keterangan resminya, Sabtu (12/7/2025).
Baca juga : PKB Siapkan Basis Rekrutmen Anak Muda
Menkes menambahkan, pembangunan RS ini akan dibarengi dengan penyediaan peralatan kesehatan pendukung seperti cathlab, CT scan, mesin hemodialisis, mamografi, laboratorium patologi anatomi, dan fasilitas kemoterapi.
Tujuannya agar masyarakat Nias Barat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan medis yang memadai.
Menkes juga menyoroti persoalan klasik di daerah, yaitu kekurangan dokter spesialis. Mantan Dirut Bank Mandiri ini mengungkapkan, banyak rumah sakit daerah belum dapat beroperasi optimal karena kekurangan tenaga ahli. Akibatnya berdampak langsung terhadap layanan BPJS.
Baca juga : Kemenko Polkam Minta Pengawasan Diperketat
“Saya baru dengar RS ini belum beroperasi karena tidak ada dokter spesialisnya. Jadi, jangan hanya senang bangun rumah sakit, tapi kita juga harus pastikan ada dokternya,” katanya.
Untuk mengatasi masalah itu, Menkes mengatakan pemerintah akan memperkuat sistem pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (hospital-based). Selain itu, pemerintah juga akan membuka jalur afirmasi bagi putra-putri daerah agar mereka bisa menempuh pendidikan spesialis dan kembali mengabdi di daerah asal. “Sistem pendidikan ini ditujukan untuk pemerataan. Putra-putri daerah akan diprioritaskan dan harus diangkat menjadi PNS,” ujarnya.
Lebih lanjut, Menkes mendorong agar RS dikelola dengan tata kelola yang profesional. Tidak hanya oleh tenaga medis, tetapi juga oleh manajer yang memiliki kompetensi di bidang manajemen kesehatan. “Direktur RS tidak harus dokter, tapi harus punya kemampuan manajerial yang baik. Kita juga perlu menyusun masterplan dan aturan tata ruang yang jelas agar pembangunan ke depan lebih terencana,” jelas eks bankir tersebut.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya