Dark/Light Mode

Tancap Gas, Menteri Ara: Permen KUR Perumahan Siap Meluncur Juli

Senin, 14 Juli 2025 23:02 WIB
Rapat Koordinasi tentang Penyusunan draft Permen PKP tentang KUR Perumahan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (14/7/2025)
Rapat Koordinasi tentang Penyusunan draft Permen PKP tentang KUR Perumahan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (14/7/2025)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait tancap gas.

Mantan Anggota DPR RI ini optimis penyusunan Peraturan Menteri (Permen) tentang Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bidang Perumahan bisa selesai akhir Juli 2025. 

Aturan ini menjadi kunci utama untuk mewujudkan target 3 juta rumah rakyat kecil. Nggak cuma janji manis, tapi ini adalah gebrakan nyata PKP.

"Bulan Juli, Permen KUR tuntas. Kita kejar terus. Ini penting untuk rakyat,” tegas Maruarar Sirait Ara atau disapa bang Ara dengan nada serius tapi penuh semangat.

Baca juga : Ipemi Gandeng Kemensos Perkuat Kewirausahaan Sosial

Untuk itu, Kementerian PKP akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk mendengar dan mendapatkan berbagai masukan dari seluruh mitra kerja serta ekosistem perumahan dan Kementerian/Lembaga agar tata kelolanya benar dan sesuai peraturan yang berlaku.

"Ini pertama kalinya dalam sejarah di pemerintahan Presiden Prabowo, Indonesia bakal punya KUR Perumahan. Nggak main-main, ini terobosan untuk membantu masyarakat memiliki rumah nyaman dan terjangkau," ujar Menteri PKP usai memimpin Rapat Koordinasi terkait Penyusunan draft Permen PKP tentang KUR Perumahan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (14/7/2025).

Menurutnya, Pemerintah harus mau mendengar dan menerima berbagai masukan dalam penyusunan Perman KUR Perumahan ini dari sejak awal penyusunan. Hal itu diperlukan agar peraturan yang dihasilkan dapat dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan mekanisme yang berlaku serta tepat sasaran.

KUR Perumahan, imbuhnya, juga menjadi bagian dari sejarah penting karena kali pertama ada di Indonesia, dan terlaksana di masa pemerintahan Presiden Prabowo. KUR Perumahan juga menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar serius dalam melaksanakan program 3 juta rumah.

Baca juga : Para Menteri Tunggu Persetujuan Sri Mulyani

"Kami terus berkoordinasi dengan Kemenko  Perekonomian, Kementerian Keuangan, Danantara serta dengan BPK, BPKP dan Kementerian Hukum dalam penyusunan draft Permen PKP tentang KUR Perumahan. Hal itu diperlukan agar tata kelolanya benar dan sesuai peraturan," tuturnya.

Menteri dari Partai Gerindra ini juga menginginkan agar KUR Perumahan yang dijalankan memberikan dampak ekonomi berganda. Dengan demikian pembangunan perumahan tidak hanya menghasilkan bangunan yang berkualitas tapi mampu memacu daya saing skala usaha di sektor infrastruktur.

"Kalau istilah Menteri Keuangan itu melenting. Melenting itu dari mikro jadi kecil, kecil jadi menengah. Supaya ada juga suatu hal yang bermanfaat," katanya.

Sementara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnnya dalam Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Pembiayaan KUR bagi UMKM di Jakarta mengungkapkan, skema KUR Perumahan dirancang dengan dua pendekatan.

Baca juga : Minta Maaf Di DPR, Menteri Ara Batalkan Ukuran Rumah Subsidi 18 Meter

Pada sisi supply (pasokan) para developer, kontraktor, hingga pedagang material bangunan skala UMKM bisa mengakses kredit hingga Rp5 miliar dengan bunga murah melalui pemberian subsidi bunga/subsidi marjin oleh Pemerintah sebesar 5% (fixed p.a). 

Pada sisi demand (permintaan) UMKM yang ingin membeli, membangun, atau merenovasi rumah dalam rangka usaha juga mendapat akses pembiayaan murah dengan disediakan plafon pinjaman sampai dengan Rp500 juta dengan bunga berjenjang 6% hingga 9% per tahun dan tenor sampai dengan 5 tahun.

"Sektor perumahan memiliki multiplier effect ekonomi yang dahsyat. Setiap rupiah yang masuk akan menghasilkan Rp1,74 output ekonomi. Belum lagi potensi menyerap 13,8 juta tenaga kerja per tahun. Ini bukan sekadar membangun rumah, tapi membangun masa depan ekonomi," jelas Menko Airlangga.

Program KUR Perumahan sangat bermanfaat untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau, serta memberikan dampak sosial dan ekonomi yang luas. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada pelaksanaan yang baik, pengawasan mutu bangunan, dan kemampuan finansial masyarakat penerima.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.