Dark/Light Mode

Disampaikan Zulhas

Kopdes Merah Putih Resmi Meluncur 21 Juli Di Klaten

Rabu, 16 Juli 2025 07:30 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat rapat koordinasi persiapan peluncuran Kopdes/Kel Merah Putih di Graha Mandiri, Jakarta, Selasa (15/7/2025).
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat rapat koordinasi persiapan peluncuran Kopdes/Kel Merah Putih di Graha Mandiri, Jakarta, Selasa (15/7/2025).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memutuskan peluncuran program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih digelar di Desa Bentangan, Klaten, pada 21 Juli 2025. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan, jadwal mundur dua hari dari rencana semula demi memastikan seluruh kepala daerah dan perangkat desa hadir serentak.

“Awalnya, rencana peluncuran tanggal 19 Juli. Tapi itu hari Sabtu. Presiden ingin penjelasan bisa diikuti semua pihak. Kalau Sabtu banyak yang kunjungan ke daerah. Jadi kita undur ke Senin, biar nggak kerja dua kali,” kata Zulhas-sapaan Zulkifli Hasan, usai rapat koordinasi persiapan peluncuran Kopdes/Kel Merah Putih di Graha Mandiri, Jakarta, Selasa (15/7/2025).

Hadir dalam rapat tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri BUMN Erick Thohir, Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Askolani.

Baca juga : Kaesang Berkelakar Jokowi Takut Daftar

Rapat berlangsung tertutup selama hampir 1,5 jam. Salah satu fokus utama yang dibahas adalah kesiapan pendanaan. Regulasi teknis juga dibahas untuk memastikan koperasi bisa segera beroperasi usai diresmikan Presiden Prabowo Subianto.

Zulhas menjelaskan, Pemerintah ingin peluncuran Kopdes/Kel Merah Putih dilakukan serentak dan diikuti oleh gubernur, bupati, wali kota, kepala desa, hingga Badan Permusyawaratan Desa (BPD). “Nggak ada alasan nggak ikut,” tegasnya.

Menurutnya, Kopdes/Kel Merah Putih bukan koperasi abal-abal yang hanya mengandalkan kucuran APBN lalu macet. Kali ini, Pemerintah menekankan model bisnis berbasis kebutuhan nyata di desa.

Baca juga : PDI Perjuangan Tegaskan Hak Pinjam Sampai 2027

“Kita mau usahanya dulu yang dipikirkan, bukan uangnya dulu. Misal sembako, jual LPG 3 kilogram, pupuk. Ini memotong rantai pasok yang panjang banget sampai 8 layer,” jelas Zulhas.

Dia mengatakan, selama ini harga barang di desa membengkak karena rantai distribusi terlalu panjang. “Pupuk, gas, LPG itu kebutuhan penting. Kalau bisa dipotong distribusinya, harga lebih murah,” imbuhnya.

Selain sembako dan LPG, Kopdes/Kel Merah Putih juga akan memfasilitasi layanan perbankan seperti BRILink, BNI Link, BSI Link. Tujuannya agar warga desa tak bergantung pada rentenir atau pinjaman online (pinjol).

Baca juga : RI-Singapura Jajaki Kerja Sama Pendidikan Dan Riset

“Kita pangkas itu. Kalau tidak, Pinjol dan tengkulak berkembang di desa,” kata Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Zulhas juga menegaskan, hingga 1 Juli 2025 sudah ada 103 Kopdes Merah Putih yang beroperasi tanpa dana APBN. Konsepnya adalah usaha dulu yang dikembangkan.

“Kalau usahanya sudah untung, baru kita pikirkan modal. Modalnya bukan dibagi duitnya, tapi plafon pinjaman lewat Bank Himbara,” tuturnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.