Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
FGD Kemenhub Ricuh, Diduga Dipicu Perwakilan Ojol Tanpa Akun
Sabtu, 26 Juli 2025 15:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Forum group discussion (FGD) terkait ojek online (ojol) yang digelar Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Hotel Redtop, Jakarta Pusat, Kamis (24/7/2025) berlangsung ricuh. Ada peserta yang mengaku perwakilan pengemudi, tapi diduga tak memiliki akun aktif.
Kegiatan dihadiri perwakilan instansi, lembaga, stakeholder dan komunitas ojol untuk mendiskusikan terkait permasalahan seputar ojek online seperti kenaikan tarif, bagi hasil, status kemitraan, dan lain-lain.
"Dari awal acara dimulai juga terlihat sudah tidak kondusif," ujar Humas Unit Respons Cepat (URC), Erna, melalui keterangan tertulis, Sabtu (26/7/2025).
Baca juga : Kemendagri Dorong Pemda Kebut Pengesahan Perda Kawasan Tanpa Rokok
Erna mengatakan, URC yang jadi salah satu peserta, sejak awal melihat ada interupsi tak jelas. Apalagi pengemudi roda empat, mereka merasa tidak diundang untuk acara tersebut.
“Ternyata FGD itu merupakan agenda khusus untuk ojol, bukan taksol (taksi online) ataupun kurir,” sambung Erna.
Sementara itu, Danny Stepanus, Ketua Umum Masyarakat Ojek Online Seluruh Indonesia (MOOSI) menyoroti kurang ketatnya pengawasan Kemenhub dalam kegiatan FGD tersebut. Kata dia, banyak nama yang tak diundang justru hadir sebagai peserta.
Baca juga : Kemenag Dukung Percepatan PSN Jalan Tol Ciawi-Sukabumi
"Bahkan ada juga sebagian orang yang tidak boleh masuk karena namanya tidak ada justru dapat masuk karena mengaku pada petugas kalau dirinya bagian dari URC atau komunitas lainnya yang diundang hanya untuk dapat masuk pada acara itu," ungkap Danny.
Selain itu, Danny juga menyoroti oknum dari kelompok 'korban aplikator' seperti Garda maupun SPAI. Mereka dianggap menyampaikan interupsi yang tak relevan.
Lucunya, kata dia, dari kubu korban aplikator malah memaksa untuk berbicara padahal tidak memiliki akun, ditambah lagi dia menyerukan agar seluruh pihak termasuk Kemenhub yang tidak memiliki akun untuk keluar ruangan.
Baca juga : Piala Presiden 2025, Singo Edan Siap Pertahankan Gelar
“Masa yang punya acara disuruh keluar. Kalau ngakunya mewakili ojol seluruh Indonesia masa tidak punya akun ojol. Lha, terus tahu dari mana penderitaan para ojol di jalan, bagaimana faktanya di jalan," sindirnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya