Dark/Light Mode

Wawancara Khusus Menyambut HUT Ke-80 RI

Zulhas: Prioritas Presiden Mengangkat Harkat Rakyat

Senin, 11 Agustus 2025 08:10 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat diwawancarai Rakyat Merdeka, Kamis (7/8/2025). (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat diwawancarai Rakyat Merdeka, Kamis (7/8/2025). (Foto: Khairizal Anwar/RM)

 Sebelumnya 
 

Pengelolaan Sampah Akan Dibuat Modern

Tentang pengelolaan sampah. Presiden sepertinya sangat memberikan perhatian terhadap pengelolaan sampah?

Baca juga : Per Hari, Bapanas Guyur 12 Ribu Ton Beras Murah

Betul. Ini menjadi perhatian besar Bapak Presiden, terutama di daerah-daerah tertentu. Beliau bahkan heran, “Ini kok sampah kita sudah seperti gedung 20 lantai, kenapa tidak selesai-selesai?”Sekarang kita sedang menunggu Perpres soal pengelolaan sampah. Mudah-mudahan minggu ini selesai. Kenapa persoalan sampah ini tidak selesai-selesai. Dulu, urusannya ruwet, rumit, berputar-putar. Padahal bagi negara lain ini su­dah pekerjaan biasa. Kalau mau pakai teknologi waste to energy, izinnya harus dari DPRD, bupati. Kalau dia dua kabupaten harus melalui DPRD provinsi, gubernur, lalu antre izin ke berbagai Kementerian, dari Keuangan, ESDM, Lingkungan Hidup, dan lain-lain. Belum mulai pengusaha keburu stroke.

Ke depan, semua itu akan dipangkas. Izin cukup dari ESDM, PLN menghitung, lalu dikerjakan. Proses administrasi hanya 6 bulan, pengerjaan 1,5 tahun, sehingga 2 tahun sudah selesai. Untuk daerah dengan timbunan sampah 1.000 ton ke atas, akan dipakai in­cinerator. Yang lebih kecil pakai RDF (Refuse Derived Fuel), dengan pemisahan sampah menjadi bahan bakar setara batu bara 3.000 kalori, atau diolah menjadi batu bata dan produk lainnya.

Baca juga : 5 Ribu Orang Padati “BRI Taipei Teman Seperjuangan PMI”, Sambut Mitra Finansial Tanah Air Di Taiwan

Bagaimana masyarakat bisa berperan dalam penanganan sampah?

Kalau volume besar, memang dikelola industri. Tapi di desa, kuncinya adalah mengubah budaya. Sampah bukan hanya urusan pemerintah, tapi urusan kita semua. Pertama, jangan ada makanan tersisa. Padahal 40% sampah kita adalah sisa makanan. Kedua, mulai memi­lah. Organik terpisah, plastik dan anorganik terpisah. Yang kering mudah dijual, yang basah bisa diproses menjadi kompos atau energi. Kalau ini berjalan, 70% persoalan sampah selesai. ***

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.