Dark/Light Mode

Wawancara Khusus Menyambut HUT Ke-80 RI

Zulhas: Prioritas Presiden Mengangkat Harkat Rakyat

Senin, 11 Agustus 2025 08:10 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat diwawancarai Rakyat Merdeka, Kamis (7/8/2025). (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat diwawancarai Rakyat Merdeka, Kamis (7/8/2025). (Foto: Khairizal Anwar/RM)

 Sebelumnya 
 

Program Makan Bergizi Gratis & Sekolah Rakyat,
Hati & Jiwanya Presiden, Sejalan Dengan Para Menteri

Program berikutnya soal Makan Bergizi Gratis (MBG). Mengapa pemerintah sangat concern dengan program ini?

Ini program luar biasa. Gagasan Bapak Presiden. Se­lama ini, kita kalah dari banyak negara lain soal gizi. Kemarin saya menerima Menteri dari Belarus. Postur orang Belarus itu tinggi-tinggi, karena sejak kecil mereka makan daging, minum susu, dan asupan gizinya cukup. Sementara kita, rata-rata kecil-kecil. Gizi kurang, fisik kurang, kecerdasan juga terdam­pak. Maka, untuk memperkuat SDM Indonesia, anak-anak memang harus diberi makanan bergizi.

Saya akui, membangun da­pur butuh waktu. Menyiap­kan SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia) juga perlu proses. Tapi sekarang semua sudah siap. Laporan terakhir yang saya terima, sudah ada 11 juta penerima manfaat, dan program ini akan terus berjalan.

Baca juga : Per Hari, Bapanas Guyur 12 Ribu Ton Beras Murah

Soal Makan Bergizi Gratis. Apakah akan melibatkan Ko­perasi Merah Putih?

Sekarang ini, belum tiap desa ada Kopdes. Sehingga pengadaan bahan, masih ada yang mengambil dari kota. Nanti, kalau semua desa ada Koperasi, maka akan ada jalur untuk ke stok pangan. Misalnya telur, minyak goreng, beras. Jadi untuk program MBG, tidak perlu jauh-jauh mencari ba­han baku. Tinggal kerja sama dengan Kopdes, selesai. Win-win. Program MBG mendapat harga bagus, Kopdes mendapat keuntungan. Rakyat diberi porsi bisnis. Mereka yang sudah besar, jangan masuk ke bisnis rakyat. Coba lihat Tiongkok, Korea Selatan, Singapura, atau Hong Kong. Perusahaan yang besar, go internasional, bukan bere­but di pasar kecil milik rakyat. Pemerintah mendukung yang besar untuk ekspansi ke luar negeri, sehingga ada transfer teknologi ke dalam negeri.

Kalau yang besar ikut main di beras, cabai, dan komoditas rakyat lainnya, terus rakyat ini mau usaha apa?

Mengenai program Sekolah Rakyat, bagaimana perkem­bangannya?

Baca juga : 5 Ribu Orang Padati “BRI Taipei Teman Seperjuangan PMI”, Sambut Mitra Finansial Tanah Air Di Taiwan

Presiden sangat paham ma­salah dan solusinya. Setelah swasembada pangan, Kopdes, dan MBG, maka fokus berikut­nya, pendidikan. Tidak mungkin Indonesia menjadi negara maju pada 2045 tanpa pendidikan yang baik. Apalagi kalau ke­miskinan masih tinggi.

Bagi yang mampu, mungkin bisa memilih sekolah berkuali­tas. Tapi yang tidak mampu, sering kali tak punya pilihan. Dari situlah lahir gagasan besar Presiden yaitu Sekolah Rakyat.

Tahap pertama, akan dibangun 200 Sekolah Rakyat. Saya bahkan meminta satu dibangun di kampung saya. Lahannya akan saya beli dan hibahkan. Sekolah ini akan me­nampung seribu rakyat miskin. Mereka mungkin berasal dari keluarga pemulung, yatim piatu, fakir miskin, dan mereka yang tak punya daya. Kalau bicara ini, kadang kita meneteskan air mata. Karena kapan lagi mereka bisa mengubah nasib? Salah satu jalannya adalah lewat pendidikan. Mereka akan dididik dengan standar tinggi, guru hebat, dan makanan ber­gizi. Agenda besar ini sedang kami kerjakan. Sebagian besar berada di bawah koordinasi saya. Saya yakin tahun depan sudah bisa direalisasikan, se­hingga memberi dampak besar bagi Indonesia.

Program besar Presiden ini membutuhkan dukungan dari para menteri. Bagaimana koordinasi lintas kementerian­nya?

Baca juga : Satriwan Salim: Koordinasinya Harus Segera Ditingkatkan

Saya senang sekali, karena semua menteri mendukung dan semua senang mengerjakan ini. Karena semua agenda besar Pak Presiden ini sama dengan hati dan jiwanya para menteri. Rasa dan tujuan yang diper­juangkan Presiden juga sama dengan para menteri. Sehingga koordinasinya mudah. Semua menteri kompak membantu. Para gubernur, dan bupati juga membantu. ***
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.