Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ketegangan di Perbatasan RI-Timor Leste, Kemlu: Hanya Salah Paham
Kamis, 28 Agustus 2025 08:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha buka suara soal insiden di perbatasan Indonesia-Timor Leste yang terjadi di Dusun Nino, Desa Inbate, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT, pada Senin (25/8/2025) sekitar pukul 09.00 WITA.
Judha menjelaskan, insiden bermula saat 24 warga Dusun Nino gotong royong membuka lahan jagung di sekitar patok Provinsi 36. Pada saat bersamaan, tim survei perbatasan dari Timor Leste datang ke lokasi dengan dua pejabat pertanahan dan lima anggota Unit Polisi Perbatasan (UPF) bersenjata lengkap.
Sejatinya, kegiatan itu bagian dari Joint Field Survey atau survei gabungan RI-Timor Leste. Tapi, tim dari Timor Leste bergerak lebih dulu tanpa didampingi tim Indonesia.
Baca juga : Dian Swastatika Gandeng FirstGen Kembangkan Energi Panas Bumi
“Berdasarkan informasi lapangan dan pengecekan KBRI Dili, insiden ini terjadi karena miskomunikasi dan kesalahpahaman antara tim Timor Leste dengan warga Indonesia,” ujar Judha, Kamis (28/8/2025).
Ia menambahkan, masyarakat setempat memang menolak pembangunan patok di lokasi itu. Kondisi ini yang memicu ketegangan.
Menanggapi insiden tersebut, KBRI Dili langsung mengambil langkah. Indonesia meminta Timor Leste melakukan penyelidikan menyeluruh dan evaluasi agar kejadian serupa tak terulang. Nota diplomatik juga dilayangkan, kedua negara sepakat menunda survei di 12 titik rawan.
Baca juga : Internalisasi Pancasila, BPIP Apresiasi Kemenko Polkam
Duta Besar RI untuk Dili bahkan bertemu Wakil PM Timor Leste, Mariano Assanami Sabino. "Mereka sepakat menunda semua kegiatan survei gabungan dan menyerukan warga di perbatasan menahan diri,” jelas Judha.
Perwakilan KBRI Dili di Oecusse juga sudah turun ke lokasi dan berkoordinasi dengan aparat setempat. Sementara Atase Kepolisian dan Atase Pertahanan terus berkomunikasi dengan Pamtas dan Polda NTT untuk penyelidikan lebih lanjut.
"Kami mendorong pengelolaan media kedua negara dilakukan secara bijak agar insiden ini tidak dimanfaatkan pihak yang tak berkepentingan,” harap Judha
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya