Dark/Light Mode

Ratas di Istana, Menkeu: Ekonomi RI Masih Aman

Rabu, 10 September 2025 22:31 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa, 9 September 2025. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa, 9 September 2025. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/9/2025). 

Rapat tersebut membahas langkah percepatan program Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Usai rapat, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Pemerintah berkomitmen mempercepat pelaksanaan program pembangunan yang sudah dirancang. 

Menurutnya, kebijakan yang ada perlu dioptimalkan agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat.

Baca juga : Presiden Prabowo Bertemu Dasco Di Istana Merdeka, Bahas Apa?

"Kebijakan-kebijakan yang ada sekarang itu belum terlalu lancar diselenggarakan. Tadi rapat memutuskan untuk mempercepat semuanya. Jadi, harusnya ekonomi akan tumbuh lebih cepat," kata Purbaya dikutip laman Setpres.

Ia juga menegaskan, Pemerintah tetap menjaga defisit fiskal sesuai undang-undang, yakni maksimal 3 persen. 

"Kita ikuti aturan yang ada. Itu keputusan Pemerintah secara keseluruhan," tegasnya.

Terkait anggapan defisit APBN memicu inflasi, Purbaya menepis hal tersebut. 

Baca juga : Ratas di Istana, Pemerintah Fokus Percepat Program Ekonomi Dan Lapangan Kerja

Ia menilai proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 6,5–6,7 persen masih dalam batas aman. 

"Nggak otomatis defisit menyebabkan inflasi. Kita lihat juga kapasitas ekonomi untuk menciptakan pertumbuhan,” jelasnya.

Purbaya menambahkan, Pemerintah sedang menyiapkan percepatan implementasi program agar lebih banyak lapangan kerja tercipta. 

"Kuncinya di situ. Seberapa cepat kita bisa memulihkan ekonomi sehingga lapangan kerja ada banyak," ucapnya.

Baca juga : Garuda Hajar Taiwan, Pemain Lokal Dominasi Lini Timnas

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter. Menurutnya, pemerintah telah berdiskusi dengan Bank Indonesia agar kebijakan yang ditempuh tidak mengganggu likuiditas perbankan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.