Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/9/2025).
Rapat tersebut membahas langkah percepatan program Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Usai rapat, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Pemerintah berkomitmen mempercepat pelaksanaan program pembangunan yang sudah dirancang.
Menurutnya, kebijakan yang ada perlu dioptimalkan agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat.
Baca juga : Presiden Prabowo Bertemu Dasco Di Istana Merdeka, Bahas Apa?
"Kebijakan-kebijakan yang ada sekarang itu belum terlalu lancar diselenggarakan. Tadi rapat memutuskan untuk mempercepat semuanya. Jadi, harusnya ekonomi akan tumbuh lebih cepat," kata Purbaya dikutip laman Setpres.
Ia juga menegaskan, Pemerintah tetap menjaga defisit fiskal sesuai undang-undang, yakni maksimal 3 persen.
"Kita ikuti aturan yang ada. Itu keputusan Pemerintah secara keseluruhan," tegasnya.
Terkait anggapan defisit APBN memicu inflasi, Purbaya menepis hal tersebut.
Baca juga : Ratas di Istana, Pemerintah Fokus Percepat Program Ekonomi Dan Lapangan Kerja
Ia menilai proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 6,5–6,7 persen masih dalam batas aman.
"Nggak otomatis defisit menyebabkan inflasi. Kita lihat juga kapasitas ekonomi untuk menciptakan pertumbuhan,” jelasnya.
Purbaya menambahkan, Pemerintah sedang menyiapkan percepatan implementasi program agar lebih banyak lapangan kerja tercipta.
"Kuncinya di situ. Seberapa cepat kita bisa memulihkan ekonomi sehingga lapangan kerja ada banyak," ucapnya.
Baca juga : Garuda Hajar Taiwan, Pemain Lokal Dominasi Lini Timnas
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter. Menurutnya, pemerintah telah berdiskusi dengan Bank Indonesia agar kebijakan yang ditempuh tidak mengganggu likuiditas perbankan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya