Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Mandiri Komit Jaga Pertumbuhan Bisnis
Kinerja Perbankan Moncer, Ekonomi RI Tahan Banting
Sabtu, 30 Agustus 2025 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kinerja positif industri perbankan sebagai salah satu penopang perekonomian Indonesia tahan banting di tengah ketidakpastian ekonomi global.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menegaskan komitmennya untuk menjaga pertumbuhan bisnis tetap sehat sepanjang 2025. Hal ini seiring terjaganya kinerja intermediasi perbankan dan ketahanan ekonomi nasional.
Menurut Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Ari Rizaldi, perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah dinamika global hingga triwulan II-2025.
“Hal ini tidak terlepas dari fungsi intermediasi industri perbankan, yang menunjukkan moderasi dengan pertumbuhan kredit 7,03 persen year on year (yoy) pada Juli 2025,” kata Ari dalam keterangan resmi, Jumat (29/8/2025).
Baca juga : Exit Tol Cipete-Pondok Labu Ditutup Saat Jam Sibuk Sore
Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan juga tumbuh stabil sebesar 7 persen yoy. Hal ini mendorong Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan berada di level 86,5 persen, yang mencerminkan kondisi likuiditas di industri perbankan terjaga stabil.
Terbukti, pertumbuhan kredit wholesale bank bersandi saham BMRI ini tumbuh 15,8 persen yoy hingga Mei 2025. Pencapaian itu jauh di atas rata-rata industri yang tumbuh 8,43 persen yoy pada posisi yang sama.
“KPR (Kredit Pemilikan Rumah) juga tumbuh 14,2 persen yoy. Sementara itu, segmen ritel naik 8,95 persen secara tahunan, sejalan dengan tren industri,” jelasnya.
Dari sisi kualitas kredit tetap terjaga, dengan rasio NPL (Non Performing Loan) hanya 1,06 persen secara bank only pada periode yang sama, lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata industri.
Baca juga : Cinta Laura, Belum Yakin Nikah Dengan Arya Vasco
Dia menegaskan, Bank Mandiri akan terus menjaga pertumbuhan yang sehat dan mengedepankan prinsip kehati-hatian.
“Ini agar tetap tangguh dalam menghadapi berbagai siklus ekonomi dan dinamika pasar,” tutur Ari.
Secara luas, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh sebesar 5,12 persen (yoy) pada triwulan II-2025, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya di level 4,87 persen.
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menambahkan, bahwa konsumsi rumah tangga masih menjadi motor penggerak utama, terutama didorong oleh libur Lebaran dan sekolah.
Baca juga : Pasca Gelar OTT, KPK Duga Kerabat Noel Sembunyikan Tiga Mobil
Konsumsi masyarakat tumbuh 4,97 persen yoy di triwulan II-2025, lebih tinggi dari 4,89 persen pada triwulan I-2025.
Faktor lain yang turut mendorong pertumbuhan adalah investasi, yang melonjak 6,99 persen yoy pada triwulan II-2025 dari hanya 2,12 persen di triwulan I-2025.
“Peningkatan ini terlihat dari naiknya impor barang modal, terutama mesin dan peralatan,” kata Andry.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya