Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Satelit N5 Uji Orbit
Internet Ngebut Siap On Sampai Pelosok Negeri
Selasa, 16 September 2025 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Satelit Nusantara Lima (N5) akan menjalani uji orbit usai sukses meluncur dari Cape Canaveral, Amerika Serikat (AS). Kalau semua lancar, internet ngebut bakal segera on sampai ke pelosok negeri.
Satelit N5 adalah satelit milik Indonesia. Satelit berbobot 7,8 ton ini special karena dilengkapi teknologi canggih teranyar yaitu Very High Throughput Satellite (VHTS) dengan kapasitas 160 Gbps.
Artinya, satelit ini mampu menyalurkan data super besar. Ribuan kali lebih kencang dibanding satelit lama. Dengan teknologi ini, internet cepat bisa diakses melayani jutaan pengguna.
Satelit kebanggaan ini diluncurkan Kamis malam waktu AS. Satelit digendong oleh Roket Falcon 9 milik SpaceX, perusahaan antariksa Elon Musk. Satelit ini dioperasikan oleh PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), perusahaan satelit swasta pertama di Indonesia.
Baca juga : Menham Dan Kapolri Bikin Tim Pemantau Khusus
Usai mengangkasa, Satelit N5 bakal “parkir” di orbit 113 derajat Bujur Timur. Letaknya persis di atas wilayah Kalimantan dan Sulawesi, tepat di garis khatulistiwa.
Posisi ini disebut golden spot. Karena akan menjangkau wilayah timur Indonesia seperti Maluku dan Papua.
Butuh waktu empat sampai lima bulan untuk sampai ke lokasi golden spot tersebut. Jika sudah di lokasi, satelit akan menjalani uji orbit. Uji orbit adalah tahap pengecekan satelit setelah diluncurkan. Di fase ini, satelit dites dari bumi untuk memastikan semua sistem berfungsi normal. Mulai dari sinyal, tenaga, hingga posisi orbit. Proses uji akan berlangsung selama tiga minggu.
Tahap terakhir adalah In-Orbit Acceptance Review (IOAR) guna memastikan satelit dan seluruh infrastruktur pendukung seperti stasiun bumi dan jaringan komunikasi berfungsi optimal. Setelah tahapan selesai, layanan SNL akan resmi beroperasi penuh untuk masyarakat.
Baca juga : Gubernur Jabar: Saya Tidak Pakai APBD Untuk Makan
Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso mengatakan, keberhasilan ini sebagai tonggak penting bagi industri antariksa nasional.
“Peluncuran Satelit N5 memperkuat kapabilitas Indonesia menciptakan infrastruktur layanan internet berbasis satelit,” kata Adi dalam keterangan tertulis kepada Rakyat Merdeka, Senin (15/9/2025).
Menurutnya, kesuksesan ini menjadi momentum untuk menyusun peta jalan industri antariksa nasional. Indonesia diharapkan bisa lebih cepat mewujudkan kedaulatan dalam pengelolaan antariksa.
Adi menyampaikan terima kasih atas kolaborasi Boeing Satellite System International Inc, SpaceX, dan pemerintah Indonesia. “Kerja sama semua pihak memastikan peluncuran berjalan lancar dan aman,” katanya.
Baca juga : Cak Imin Benahi Kader Agar Belajar Lebih Peka
Adi menjelaskan, Satelit N5 memiliki kapasitas terbesar di Asia Tenggara dan memungkinkan akses broadband lebih cepat dan luas hingga ke Filipina dan Malaysia. Satelit ini dilengkapi sistem propulsi hybrid, menggabungkan propulsi kimia dan elektronik XenonIon (XIPS) yang sepuluh kali lebih efisien dibanding satelit konvensional.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya