Dark/Light Mode

Energi Baru Muhammad Qodari di Kantor Staf Presiden

Jumat, 19 September 2025 21:10 WIB
Foto: BPMI Setpres.
Foto: BPMI Setpres.

RM.id  Rakyat Merdeka - Penunjukan Muhammad Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan memberi harapan lahirnya energi baru dalam mewujudkan program-program strategis Presiden Prabowo Subianto.

Kantor Staf Presiden (KSP) bukan sekadar lembaga birokratis, melainkan juga mata dan telinga Presiden dalam memastikan setiap program prioritas berjalan efektif, terukur, dan sampai kepada masyarakat.

Latar Belakang yang Mumpuni

Latar belakang Qodari sebagai pengamat politik, akademisi, dan peneliti opini publik menjadikan kehadirannya di KSP relevan dengan kebutuhan saat ini.

Ia membawa kombinasi antara basis keilmuan yang kuat, pengalaman panjang di dunia riset, serta memiliki jaringan sosial yang luas dengan berbagai stakeholder.

Baca juga : Persita Vs PSM, Sama-sama Cari Kemenangan Perdana

Bekal ini menjadikannya sosok yang mampu menempatkan KSP sebagai pusat kendali strategi politik-kenegaraan yang tidak hanya reaktif, tetapi juga energik dan penuh inovasi.

Selama menjabat Wakil Kepala Staf, Qodari sudah membuktikan diri aktif turun ke lapangan mengawal program prioritas presiden, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Cek Kesehatan Gratis, hingga pembangunan dan renovasi rumah rakyat.

Dalam 11 bulan terakhir, KSP yang juga ada Qodari di dalamnya, menunjukkan kinerja yang baik, dengan berbagai capaian yang dapat diukur dan dirasakan masyarakat.

Seperti, peran KSP dalam debottlenecking penyediaan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk SDM pelaksana program MBG dan salur langsung Tunjangan Profesi Guru (TPG).

Baca juga : Dua Tokoh Muhammadiyah Terima Bintang Mahaputra Utama

Bahkan, Qodari menegaskan bahwa di era kepemimpinannya saat ini, KSP akan lebih aktif mensosialisasikan keberhasilan program-program positif pemerintah agar manfaatnya tersampaikan secara jelas kepada publik.

Sosok yang Rasional

Keunggulan KSP adalah kemampuannya melakukan monitoring dan evaluasi program prioritas. Hal ini memungkinkan lembaga ini menyajikan informasi berbasis manfaat nyata yang bisa disampaikan kepada masyarakat.

Dalam konteks inilah, Qodari hadir dengan pendekatan rasional: bekerja dengan data valid, hasil survei, big data, hingga teknologi kecerdasan buatan.

Basis akademiknya di bidang psikologi sosial juga membuatnya peka terhadap dinamika psikologis publik sekaligus piawai dalam membaca arah opini masyarakat.

Baca juga : Tradisi Baru, MPR Tanggapi Teks Proklamasi Yang Dibaca Langsung Oleh Presiden

Yang menarik, Qodari tampaknya bukan tipe pejabat yang bekerja demi “bapak senang”. Ia akan melaporkan kinerja pemerintah dengan jujur, berdasarkan fakta lapangan, dan menekankan asas kebermanfaatan.

Pendekatan ini mengingatkan kita pada kepemimpinan Luhut Binsar Pandjaita,  saat memimpin KSP di era Presiden Jokowi, yang berhasil menjaga marwah program pemerintah agar diterima publik.

Bedanya, Luhut bukan berangkat seperti Qodari yakni sehari bergelut di dunia data dan survei. Oleh karena itu sosoknya yang kuat juga didukung dengan warna baru: memadukan data, ilmu, dan jejaring politik dalam satu tarikan napas.

***) Robi Sugara, Dosen FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.