Dark/Light Mode

Menko AHY: Pembangunan Infrastruktur Harus Tangguh Hadapi Risiko Bencana

Rabu, 1 Oktober 2025 08:03 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menjadi pembicara kunci di acara bertajuk The 3rd International Conference on Disaster Mitigation and Management (ICDMM) di Universitas Andalas, Padang, Selasa (30/9/2025). Foto: Dok Menko IPK
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menjadi pembicara kunci di acara bertajuk The 3rd International Conference on Disaster Mitigation and Management (ICDMM) di Universitas Andalas, Padang, Selasa (30/9/2025). Foto: Dok Menko IPK

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pentingnya kesiapan infrastruktur Indonesia yang tangguh (resilient) dan berkelanjutan (sustainable) dalam menghadapi risiko bencana alam dan krisis iklim.

Demikian disampaikan AHY saat menjadi pembicara kunci di acara bertajuk The 3rd International Conference on Disaster Mitigation and Management (ICDMM) di Universitas Andalas, Padang, Selasa (30/9/2025).

“Indonesia dikaruniai dengan begitu banyak kemuliaan dari Allah SWT, tetapi kita juga berada di ring of fire. Artinya ada kerentanan, ada hal-hal serius yang harus kita antisipasi bersama. Oleh karena itu, building a resilient and sustainable Indonesia harus menjadi spirit dalam pembangunan bangsa ke depan,” kata Menko AHY.

Di kesempatan ini, AHY menilai kesiapsiagaan masyarakat sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur.

Baca juga : PGN Perkuat Infrastruktur Jargas Dorong Swasembada Dan Transisi Energi Bersih

Baginya, kesiapsiagaan itu harus disimulasikan, hingga kita memiliki langkah pencegahan tepat sasaran dengan teknologi early detection dan early warning system.

“Dan pada akhirnya, kalaupun masih ada yang terdampak bencana, maka recovery-nya itu harus cepat dan kemudian dibangun kembali lebih baik,” jelasnya.

Terkait kesiapan Universitas Andalas yang direncanakan sebagai titik evakuasi darurat, Menko AHY menyatakan dukungannya. Salah satu hal yang harus disiapkan untuk memitigasi bencana adalah cadangan logistik, terutama di kawasan yang rentan, seperti Mentawai.

“Mentawai misalnya, harus memiliki stockpile logistics yang diamankan dan dipelihara setiap saat. Why? Karena setiap saat bisa terjadi, dan kita harus siap dari sekarang. Unand, terima kasih, sekian ratus hektare siap untuk menjadi tempat evakuasi akhir jika diperlukan. Dan ini memang harus dipersiapkan setiap saat,” tuturnya.

Baca juga : Tito Karnavian: Pemda Harus Jadi Garda Terdepan Hadapi Krisis MBG

Dalam kesempatan yang sama, Menko AHY juga menekankan pentingnya penegakan tata ruang kota dan rehabilitasi pascabencana.

Build back better. Ini sering kali menjadi peluang ketika infrastruktur hancur. Mungkin itu saatnya kita membangun kembali, tetapi dengan teknologi dan pendekatan yang lebih cerdas dan lebih ramah lingkungan. Tentunya pengolahan sampah, pembangunan jembatan dan jalan juga harus terus dilakukan, termasuk sanitasi air bersih dan rehabilitasi,” jelasnya.

Selain itu, Menko AHY juga menegaskan arah pembangunan infrastruktur Indonesia ke depan. Yaitu, infrastruktur tidak hanya harus kuat, tetapi juga ramah lingkungan, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perubahan iklim.

Turut hadir Rektor Universitas Andalas (Unand), Dr. Efa Yonnedi; Rektor Unand 2006–2011/Mendikbud RI 2011–2014, Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim; Wakil Rektor I, Prof. Dr. Syukri Arief; Wakil Rektor II, Dr. Hefrizal Handra; Wakil Rektor III, Prof. Dr. Kurnia Warman; Wakil Rektor IV, Prof. Henmaidi; Sekretaris Universitas Andalas, Dr. Aidinil Zetra; Direktur Sekolah Pascasarjana, Prof. Dr. apt. Henny Lucida; serta Anggota Komisi V DPR RI, H. Zigo Rolanda.

Baca juga : Menteri PU: Infrastruktur Jadi Perisai Ketahanan Bangsa

Menko AHY juga didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang, Nazib Faizal; Staf Khusus Menteri, Agust Jovan Latuconsina dan Sigit Raditya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.