Dark/Light Mode

Kemenperin Fasilitas 8 IKM Ikut Pameran Di Jerman

Senin, 17 Februari 2020 19:05 WIB
DirjenIndustri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih (kiri) meninjau salah satu produk kerajinan produksi IKM Indonesia yang tampil pada pameran Ambiente 2020 di Messe Frankfurt, Jerman, beberapa waktu lalu. (Foto: ist)
DirjenIndustri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih (kiri) meninjau salah satu produk kerajinan produksi IKM Indonesia yang tampil pada pameran Ambiente 2020 di Messe Frankfurt, Jerman, beberapa waktu lalu. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memfasilitasi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di dalam negeri untuk memperluas pasar ekspornya. Salah satunya melibatkan mereka pada pameran-pameran skala internasional, seperti gelaran Ambiente di Jerman.

“Mengingat potensi industri kerajinan di Tanah Air yang cukup besar, kami secara konsisten terus berperan aktif dalam mempromosikan produk-produk kerajinan nasional supaya mampu menguasai pasar domestik hingga kancah global,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Senin (17/2).

Gati optimistis, industri kerajinan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional melalui capaian ekspornya. Hal ini terlihat dari nilai ekspor produk kerajinan nasional yang menembus hingga 892 juta dolar AS pada 2019 atau meningkat 2,6 persen dibandingkan perolehan 2018 sebesar 870 juta dolar AS.

Berita Terkait : Gandeng Jepang, Kemenperin Bikin Bubur Kertas Dari Tandan Kosong Sawit

 Menurut Gati, keikutsertaan pada pameran Ambiente ini merupakan strategi unjuk gigi produk-produk IKM kerajinan Tanah Air, selain itu juga untuk bersaing dengan produk-produk unggulan di pasar ekspor. “Ini juga sebuah kesempatan bagi IKM untuk benchmarking dalam meningkatkan inovasi desain, termasuk dalam hal kemasannya serta tentunya bisa mendapatkan informasi tren dan selera pasar dunia terkini,” paparnya.

Ambiente merupakan pameran dagang terbesar untuk sektor barang konsumen dan ajang temu bisnis para pelaku usaha di sektor interior decoration, gifts and premiums serta table and diningware. Penyelenggaraannya dilaksanakan setiap tahun di Messe Frankfurt, Jerman dan diikuti lebih dari 96 negara peserta. Pameran tersebut pada tahun ini diselenggarakan pada tanggal 8-12 Februari 2019.

 Mengusung tema “Gift from Archipelago, Prime Handicraft of Indonesia”, Kemenperin memfasilitasi delapan IKM sebagai peserta Ambiente 2020, antara lain Harmoni Jaya Kreasi (kerajinan anyaman), Palem Craft Jogja (mirror dan lighting), Mohoi (kerajinan anyaman bambu), Bana Nusantara (kerajinan anyaman bambu), Pandanus Internusa (kerajinan anyaman), Yogya Indo Global (kerajinan kayu), Siji Lifestyle (kerajinan kayu dan resin) dan Art Classic (kerajinan kayu). 

Berita Terkait : Kemenperin Siap Boyong 170 Pelaku Industri Ke Hanniber Messe

Gati menambahkan, keikutsertaan dalam pameran tersebut juga diharapkan menjadi salah satu cara bagi IKM nasional untuk bisa saling berinteraksi secara langsung dengan buyer (pembeli potensial). “Karena tren penjualan dari eksportir langsung dengan buyer adalah sebagai salah satu jalur distribution channels yang efektif dan diminati di Eropa,” imbuhnya.

Menurut Gati, dalam fasilitasi pameran Ambiente ini, para pelaku IKM kerajinan yang terkurasi mendapatkan fasilitasi bantuan promosi untuk menampilkan produk kerajinan terbaiknya, khususnya home décor. Sebab produk tersebut, banyak diminati pembeli potensial yang berkunjung ke pameran Ambiente.

“Fasilitasi keikutsertaan IKM Indonesia di pameran Ambiente ini juga menghasilkan peningkatan nilai ekspor IKM peserta pameran setiap tahun rata-rata sebesar 99,5 persen,” ujarnya. [DIT]