Dark/Light Mode

Menperin Rayu Xiaomi Produksi Tablet dan Mobil Listrik di RI

Senin, 13 Oktober 2025 20:30 WIB
Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita beserta Delegasi Indonesia melakukan pertemuan bilateral dengan jajaran Direksi Xiaomi Communications Co., Ltd. di Shanghai, Tiongkok, Jumat (10/10). (Foto: Kemenperin)
Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita beserta Delegasi Indonesia melakukan pertemuan bilateral dengan jajaran Direksi Xiaomi Communications Co., Ltd. di Shanghai, Tiongkok, Jumat (10/10). (Foto: Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mendorong Xiaomi memperluas investasinya di Indonesia, tidak hanya pada produksi smartphone dan televisi, tetapi juga tablet serta kendaraan listrik (EV). Langkah ini diharapkan memperkuat ekosistem industri elektronik dan otomotif hijau nasional.

Dalam pertemuan bilateral dengan Associate Government Affairs Director Xiaomi Communications Co., Ltd., Jon Dove, di Shanghai, Tiongkok, Jumat (10/10), Menperin menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara Indonesia dan Xiaomi untuk memperdalam basis manufaktur di Tanah Air.

“Xiaomi telah menjadi bagian penting dalam memperkuat rantai pasok industri elektronik nasional. Pemerintah Indonesia mengapresiasi komitmen Xiaomi yang terus menanamkan investasi dan mengembangkan lini produknya di Indonesia,” ujar Menperin Agus dalam keterangannya di Jakarta, Senin (13/10).

Baca juga : Kemenperin Ajak SAIC Jadikan RI Pusat Produksi Mobil Listrik ASEAN

Agus mengungkapkan bahwa pemerintah mendukung rencana Xiaomi untuk memproduksi tablet secara lokal di Indonesia, terutama untuk model yang telah dipasarkan di dalam negeri. “Kami mendorong Xiaomi agar segera menyampaikan business plan jangka menengah dan panjang untuk merealisasikan rencana investasi baru ini,” ujarnya.

Selain sektor elektronik, Menperin juga menyoroti peluang investasi Xiaomi di bidang kendaraan listrik. Ia menilai produk mobil listrik Xiaomi SU7 yang telah diluncurkan di Tiongkok menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan di pasar Indonesia.

“Kami mendorong Xiaomi menjajaki peluang investasi kendaraan listrik di Indonesia. Ini akan memperkaya pilihan kendaraan ramah lingkungan bagi konsumen sekaligus memperkuat ekosistem industri hijau nasional,” jelas Agus.

Baca juga : Experience Macao Mega Sale Hadir di Jakarta

Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kemenperin Eko S.A. Cahyanto, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Setia Diarta, serta perwakilan PT Xiaomi Technology Indonesia, Zhao Wentao (Managing Director) dan Tel Lee (Product Certification Manager).

Hingga 2025, Xiaomi telah menanamkan investasi senilai Rp3 triliun di Indonesia untuk produksi smartphone, tablet, dan televisi. Merek asal Tiongkok yang berdiri sejak 2010 itu kini menguasai pangsa pasar smartphone nasional sebesar 21 persen pada kuartal II tahun 2025.

“Investasi Xiaomi berkontribusi besar dalam menciptakan lapangan kerja, transfer teknologi, serta memperkuat daya saing industri elektronik nasional. Hal ini sejalan dengan visi Making Indonesia 4.0 yang menempatkan sektor elektronika sebagai salah satu prioritas utama,” pungkas Menperin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.