Dark/Light Mode

Menperin: Tantangan Global Tak Goyahkan Industri Nasional

Senin, 20 Oktober 2025 14:58 WIB
Foto: Aditya Nugroho/RM
Foto: Aditya Nugroho/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, sektor industri nasional tetap menunjukkan kinerja positif di tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, meskipun dihadapkan pada gejolak ekonomi global yang kompleks.

Menurut Menperin, ketahanan industri Indonesia tidak terlepas dari kemampuan beradaptasi terhadap dinamika perdagangan dunia yang berubah cepat sepanjang satu tahun terakhir. “Kinerja industri yang positif tidak terlepas dari kemampuan kita menghadapi berbagai tantangan global,” ujar Agus di Jakarta, Senin (20/10/2025).

Ia menjelaskan, selama satu tahun terakhir, dunia industri dihadapkan pada eskalasi ketegangan geopolitik dan kebijakan ekonomi global yang berimbas pada rantai pasok serta biaya produksi. “Kebijakan tarif dan perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok berdampak pada rantai pasok global. Sementara ketegangan di Timur Tengah antara Israel dan Iran turut memicu kenaikan harga energi dan logistik,” jelasnya.

Baca juga : Surplus Perdagangan Cetak Rekor, Ekonomi Nasional Makin Tangguh

Agus menambahkan, kondisi tersebut menekan biaya produksi dan mempengaruhi daya saing industri dalam negeri. Tantangan semakin berat karena instrumen perlindungan pasar domestik Indonesia masih tergolong terbatas dibanding negara lain.

“Per Oktober 2025, jumlah Non-Tariff Measures (NTMs) Indonesia hanya 207, jauh lebih rendah dibandingkan Tiongkok yang memiliki 1.569, Amerika Serikat 4.597, India 740, dan Thailand 661,” paparnya.

Ia menekankan, jika kesenjangan perlindungan ini tidak segera diatasi, potensi lonjakan impor dapat mengancam kinerja industri nasional. Karena itu, Kementerian Perindustrian mendorong penguatan kebijakan industri melalui peningkatan efisiensi, hilirisasi, dan perlindungan produk dalam negeri.

Baca juga : Menteri ESDM Dan Dirut Pertamina Tinjau Lapangan Sumur Rakyat Musi Banyuasin

“Kita harus memperkuat ketahanan industri nasional dengan kebijakan yang adaptif dan berkeadilan agar mampu bersaing di pasar global,” tegas Agus.

Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen menjaga iklim usaha yang kondusif dengan mempercepat pembangunan infrastruktur industri, energi, dan logistik, serta pengembangan sumber daya manusia yang produktif.

Langkah tersebut sejalan dengan arah kebijakan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dan memperkuat posisi Indonesia di rantai nilai global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.