Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menperin: Manufaktur Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi 2025
Kamis, 6 November 2025 00:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa sektor industri manufaktur Indonesia menunjukkan kinerja positif sepanjang satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pertumbuhan industri pengolahan nonmigas tercatat mencapai 5,58 persen (yoy) pada triwulan III-2025, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,04 persen.
“Industri manufaktur menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 17,39 persen dan penyerapan tenaga kerja mencapai lebih dari 20 juta orang,” kata Agus dalam sambutan pembukaan Pameran Program Unggulan Industri pada Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran dan Cosmetic Day 2025 di Gandaria City Mall, Jakarta, Rabu (5/11/2025) malam.
Menurut Menperin, capaian tersebut menandakan sektor industri tetap tangguh di tengah tekanan geoekonomi dan geopolitik global. “Kinerja ini menunjukkan bahwa fondasi industrialisasi Indonesia semakin kuat dan berdaya saing,” ujarnya.
Baca juga : Sultan Najamudin: Desa Harus Jadi Motor Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Agus menjelaskan, subsektor yang mencatat kinerja tinggi di antaranya industri logam dasar yang tumbuh 18,62 persen, disusul industri pengolahan lainnya (13,90 persen), mesin dan perlengkapan (11,74 persen), serta industri kimia, farmasi, dan obat tradisional (11,65 persen).
Sementara itu, sejumlah subsektor seperti industri kayu, furnitur, dan karet masih mengalami kontraksi akibat tantangan pasar global.
Menperin menuturkan, lembaga internasional juga mencatat penguatan sektor manufaktur Indonesia. Berdasarkan data World Bank dan United Nations Statistics, nilai Manufacturing Value Added (MVA) Indonesia pada 2024 mencapai 265,07 miliar dolar AS, menempatkan Indonesia di peringkat ke-13 dunia dan pertama di ASEAN.
“Pencapaian ini menunjukkan bahwa struktur industri kita semakin solid, tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi juga berdaya saing di pasar global,” kata Agus.
Baca juga : Konsumsi Masyarakat dan Investasi Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III
Namun demikian, ia menekankan pentingnya memperkuat instrumen perlindungan pasar dalam negeri karena jumlah i(NTMs) Indonesia masih jauh lebih sedikit dibandingkan negara lain. “Kondisi ini perlu menjadi perhatian agar tidak terjadi lonjakan impor yang dapat melemahkan industri nasional,” ujarnya.
Dalam paparannya, Agus juga menyebut tujuh kebijakan unggulan Kementerian Perindustrian selama satu tahun terakhir yang berfokus pada penguatan struktur industri nasional. Kebijakan tersebut mencakup reformasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), penguatan ekosistem industri halal, transformasi digital melalui program Making Indonesia 4.0, akselerasi inovasi lewat Startup for Industry, modernisasi peralatan produksi, penerapan teknologi Carbon Capture Utilization (CCU), dan penyediaan pembiayaan Kredit Industri Padat Karya (KIPK).
“Reformasi kebijakan P3DN dan TKDN menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah nasional, sementara ekosistem industri halal telah menempatkan Indonesia di peringkat ketiga dunia,” ungkapnya.
Baca juga : Ekspor Tangguh Topang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal III
Ia menambahkan, penerapan digitalisasi industri juga menghasilkan peningkatan produktivitas hingga 101 persen dan penurunan emisi karbon hampir 190 persen di sejumlah perusahaan yang menjadi National Lighthouse Industry 4.0.
Melalui berbagai kebijakan tersebut, Agus optimistis industri nasional akan terus tumbuh tangguh dan inklusif. “Satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran telah menandai era baru industrialisasi Indonesia menuju kemandirian ekonomi bangsa,” katanya menegaskan.
Pameran Program Unggulan Industri pada Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran digelar di Gandaria City Mall, Jakarta, sebagai upaya Kemenperin memperkenalkan capaian sektor industri kepada masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan industri kosmetik halal yang berdaya saing global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya